Wednesday, April 21, 2010

Kepulauan Seribu (4), Tips dan Riview Jejak Backpacker

Pulau Wisata (resort island). Wisatawan mancanegara umumnya berkunjung ke pulau wisata yang sudah memiliki sarana dan prasarana lengkap seperti Pulau Ayer, Pulau Bidadari, Pulau Kotok, Pulau Putri, Pulau Pantara, Pulau Sepa. Pengelola pulau wisata (resort island) yang ada di Kepulauan Seribu diantaranya ada yang menawarkan program kunjungan sehari. Wisatawan berangkat pagi hari dari Marina Ancol Jakarta menuju salah satu pulau wisata dan sore harinya kembali lagi ke Jakarta.

Pulau Pramuka. Wisatawan lokal umumnya berkunjung ke Pulau Pramuka selain pulau wisata (resort island) di Kepulauan Seribu. Alasan wisatawan lokal yang berkunjung ke Pulau Pramuka adalah harga yang harus dibayar lebih murah dibandingkan dengan berkunjung pulau wisata (resort island). Namun perlu dicatat bahwa fasilitas yang ada di Pulau Pramuka tidaklah selengkap yang ada di Pulau Wisata (resort island)

Transportasi menuju Pulau Pramuka. Bagi backpacker yang tidak tergantung dengan fasilitas lengkap dan tertarik berkunjung ke Pulau Pramuka maka yang patut anda ketahui adalah : untuk mengunjungi Pulau Pramuka menggunakan kapal kayu yang berangkat setiap hari pukul 6 – 7.30 pagi dari pelabuhan Muara Angke, Jakarta. Kepulangan dari Pulau Pramuka ke Muara Angke jadwal kapal setiap hari pukul 1 siang. Waktu tempuh dari Muara Angke ke Pulau Pramuka dan sebaliknya sekitar 2,5 – 3 jam. Tidak ada Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Pulau Pramuka dan di pulau-pulau lainnya di Kepulauan Seribu, oleh karena itu bawalah uang tunai secukupnya.

Keterbatasan Listrik
. Pulau Pramuka memiliki keterbatasan diantaranya aliran listrik akan dimatikan beberapa jam pada siang hari dan disarankan untuk menghidupkan Air Conditioner (AC) mulai pukul 21.00 malam.

Villa Delima di Pulau Pramuka.
Terdapat beberapa home stay di Pulau Pramuka dan sebuah penginapan yang letaknya strategis ditepi laut seperti Villa Delima (021) 543 73149. Pada musim liburan biasanya penginapan di Pulau Pramuka sudah penuh dipesan oleh rombongan (grup) yang berkunjung.

Sharing Biaya
. Olahraga laut yang umumnya dilakukan pengunjung di Pulau Pramuka seperti berenang, snorkeling, dan diving. Agar biaya yang ditanggung lebih murah disarankan bepergian ke Pulau Pramuka berkelompok atau minimal 3 orang agar biaya penyewaan kapal kayu untuk kegiatan olah raga laut dapat di-sharing bersama.

Perkiraan Biaya
. Perkiraan harga-harga di Pulau Pramuka (update tahun 2009) : sewa penginapan Rp. 200 – 350 ribu per hari dan dapat ditempati 2 atau 3 orang, sewa kapal kayu setengah hari Rp. 150 – 200 ribu, sewa alat snorkeling Rp. 25 – 35 ribu, instruktur snorkeling Rp. 60 ribu, sewa alat diving dan instruktur untuk setengah hari Rp. 300 – 500 ribu, ongkos kapal kayu dari Muara Angke Jakarta ke Pulau Pramuka atau sebaliknya Rp. 30 ribu, kapal kayu regular antara Pulau Pramuka ke Pulau Panggang dan sebaliknya Rp. 3 ribu, harga makanan (nasi, ikan, sayur) sekitar Rp. 10 – 15 ribu. Selamat berlibur ke Kawasan Kepulauan Seribu di Jakarta, Indonesia..

Read More..

Kepulauan Seribu (3), Pulau Konservasi, Sejarah, dan Sisi Lainnya

Didalam kawasan Kepulaun Seribu terdapat Taman Nasional yang diberi nama Taman Nasional Kepulauan Seribu yang mencakup 44 pulau di dalamnya dengan luas sekitar 110 Ha. Kawasan taman nasional ini mempunyai nilai konservasi tinggi karena keanekaragaman jenis dan ekosistem yang dimiliki. Program pelestarian taman nasional salah satunya adalah penangkaran penyu sisik (eretmochelys imbricata), hutan mangrove dan padang lamun di Pulau Pramuka. Pembudidayaan ikan hias banyak dilakukan di Pulau Panggang.

Wilayah konservasi lainnya adalah Pulau Rambut yang menjadi habitat bagi burung-burung asli Kepulaun Seribu termasuk Elang Bondol yang menjadi mascot kota Jakarta. Pulau Bokor adalah kawasan konservasi bagi kelestarian terumbu karang, mollusca dan aneka jenis biota laut yang eksotis.

Pulau Khayangan, Pulau Onrust dan Pulau Kelor memiliki banyak situs bersejarah. Di Pulau Khayangan terdapat sisa bangunan benteng lengkap dengan meriam penginggalan Belanda. Pulau Onrust dahulu merupakan galangan kapal VOC dan terdapat sisa-sisa bangunan karantina haji, sedangkan di Pulau Kelor terdapat benteng Martello yang pada masa penjajahan Belanda merupakan benteng pertahanan bagi wilayah perairan teluk Jakarta.

Sisi Lain Kepulauan Seribu
Daya tarik kepulauan Seribu tidak hanya pada panorama alamnya. Daya tarik lainnya dapat disaksikan dari rutinitas masyarakat seperti melakukan usaha budidaya rumput laut, ikan kerapu, pembuatan perahu / kapal dan penangkaran penyu sisik.

Masyarakat di Kepulauan Seribu, terutama yang menetap di Pulau Pramuka banyak yang membuat aneka makanan ringan dari bahan olahan tepung buah sukun yang banyak digemari penduduk lokal maupun yang datang berkunjung ke Pulau Pramuka.

Pulau-pulau pada Kepulauan Seribu yang menjadi pemukiman penduduk serta menarik untuk dikunjungi adalah : Pulau Pramuka, Pulau Untung Jawa, Pulau Harapan, Pulau Kelapa, Pulau Panggang, dan Pulau Tidung dengan aktivitas keseharian masyarakatnya sebagai nelayan, pengusaha, pedagang, dan karyawan.

Catatan backpacker Kepulauan Seribu (3), Pulau Konservasi, Sejarah, dan Sisi Lainnya berlanjut ke Kepulauan Seribu (4), Tips dan Riview Jejak Backpacker


Read More..

Kepulauan Seribu (2), Pulau Wisata (Resort Islands)

Pulau-pulau di Kepulauan Seribu yang telah dijadikan sebagai pulau wisata dengan sarana dan prasarana lengkap diantaranya adalah:

Pulau Ayer

Pulau Ayer seluas 6,5 Ha. Waktu tempuh dari Marina Ancol sekitar 25 menit serta terkenal dengan floating cottage yang memiliki berciri seni tradisi suku Asmat dari Papua. Pengelola Pulau Ayer memiliki 41 cottage dan 4 bungallow yang dilengkapi arena bermain bagi anak-anak, bar, restoran, karaoke, serta diskotek.

Kantor reservasi Pulau Ayer :

PT Global Eka Buana

Jl. KH. Samanhudi No. 47 – 49

Jakarta Barat

Tel. (021) 385 2004, 385 2033

Fax. (021) 385 2046

Pulau Bidadari

Pulau Bidadari memiliki luas daratan 6,03 Ha. Waktu tempuh dari Marina Ancol sekitar 20 menit dengan menggunakan speedboat. Pulau Bidadari memiliki panorama pantai yang asri dengan hamparan pasir putih. Terdapat sisa benteng peninggalan Belanda lengkap dengan meriam tua dan prasasti di area sekitar Pulau Bidadari.

Kantor Reservasi Pulau Bidadari :

PT Seabreez Indonesia

Jl. Lodan Raya No. 103

Jakarta Utara

Tel. (021) 647 1173, 647 10048

Fax. (021) 641 3680


Pulau Kotok

Pulau Kotok memiliki keindahan pantai berpasir putih dan panorama bawah laut yang menawan serta habitat Elang Bondol yang dilindungi. Fasilitas yang terdapat di Pulau Kotok antara lain : snorkeling, scuba diving dan canoeing.

Kantor Reservasi Pulau Kotok :

PT Kotok Wietasha Indah

Jl. Cempaka Putih Tengah No. 34/AI

Jakarta Pusat

Tel. (021) 428 01932

Pulau Putri

Pulau Putri luasnya sekitar 8,29 Ha. Andalan Pulau Putri adalah keindahan bawah laut yang didukung dengan fasilitas wisata glass bottom boat dan undersea aquarium. Pulau Putri memiliki sarana akomodasi sebanyak 71 cottage.

Kantor Reservasi Pulau Putri :

PT Buana Bintang Samudera

Jl. Sultan Agung No. 21

Jakarta Selatan

Tel. (021) 830 5879, 830 5877

Fax. (021) 829 9002


Pulau Pantara

Pulau Pantara terbagi dalam 2 pulau yaitu Pantara Barat dengan 34 cottage dan Pantara Timur dengan 56 cottage. Pulau Pantara mengandalkan air lautnya yang bening dan pulau karang yang indah. Olahraga yang menarik dilakukan di Pulau Pantara adalah scuba diving.

Kantor Reservasi Pulau Pantara :

PT Pantara Wisata Jaya

Jl. Pangeran Jayakarta No. 115

Kompleks Ruko Blok B No. 13 - 14

Jakarta Utara

Tel. (021) 626 2612, 626 2629

Fax. (021) 626 2627


Pulau Sepa

Pulau Sepa memiliki pemandangan pantai indah dengan pasir putih. Terdapat 43 cottage dengan berbagai tipe di Pulau Sepa serta keberadaan Balai Konservasi Penyu Sisik dan terumbu karang.

Kantor Reservasi Pulau Sepa :

PT Pulau Sepa Permai

Jl. Kyai Caringin No. 20A

Jakarta Pusat

Tel. (021) 629 8828, 638 63477

Fax. (021) 638 63478

Catatan backpacker Kepulauan Seribu (2), Pulau Wisata (Resort Island) berlanjut ke Kepulauan Seribu (3), Pulau Konservasi, Sejarah, dan Sisi Lain



Read More..

Kepulauan Seribu (1), Akomodasi, Transportasi, Rekreasi

Kepulauan Seribu terbentang di perairan teluk Jakarta sepanjang 100 mil dengan luas 108.000 Ha. Gugusan pulau besar dan kecil yang terdapat di Kepulauan Seribu berjumlah sekitar 110 pulau yang terbagi atas pulau wisata, konservasi, sejarah, dan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan perbedaan karakteristik antara satu pulau dengan pulau lainnya.

Kepulauan Seribu merupakan sebuah kabupaten yang berada dibawah pemerintahan Provinsi DKI Jakarta dengan dikepalai oleh seorang Bupati yang berkantor di Pulau Pramuka. Sebagai ibukota kabupaten, Pulau Pramuka memiliki infrastruktur yang lengkap seperti : gedung sekolah, sarana olahraga, sistem keamanan terpadu hingga puskemas dan rumah sakit dengan beberapa unit speed boat ambulance.

Pulau yang diperuntukkan bagi tujuan wisata sebanyak 45 pulau yang terbagi dalam wisata umum dan wisata khusus. Diantara pulau-pulau yang berada di Kepulauan Seribu, 6 diantaranya telah dijadikan sebagai pulau wisata yaitu : Pulau Ayer, Pulau Bidadari, Pulau Kotok, Pulau Putri, Pulau Pantara, Pulau Sepa. Pulau wisata pada Pulau Seribu memiliki sarana dan prasarana memadai dan lengkap.

Akomodasi
Pulau – pulau wisata di Kepulauan Seribu memiliki kualitas penginapan yang baik dengan arsitektur bangunan unik dan interior menarik. Beberapa penginapan memiliki kamar dengan standar suite dan executive room. Sarana pendukung lainnya pada pulau wisata di Kepulauan Seribu seperti meeting / convention room, bar, restoran, karaoke, diskotek, kolam renang, lapangan tennis, volley pantai dan toko souvenir.

Beberapa pulau wisata memiliki paket “inter island tours” yang memungkinkan wisatawan mengunjungi pulau-pulau disekitarnya dengan semua ragam pesona keindahannya.

Pada pulau-pulau yang tidak dijadikan resort, juga dilengkapi dengan home stay dan sarana penginapan diantara perumahan penduduk seperti yang terdapat di Pulau Pramuka dan Pulau Untung Jawa.

Transportasi
Dengan menggunakan kapal cepat (speedboat) dari pelabuhan Marina Ancol, dibutuhkan waktu tempuh sekitar 20 menit ke pulau terdekat hingga 3 jam untuk mencapai pulau terjauh.

Beberapa pengelola pulau wisata memiliki alat transportasi sendiri, demikian pula dengan pemerintah kabupaten Kepulauan Seribu. Kapal-kapal tersebut beroperasi setiap hari bagi kebutuhan transportasi wisatawan maupun penduduk setempat menuju pulau wisata maupun pulau pemukiman. Berangkat dari Marina Ancol pukul 08.00 atau pukul 09.00 dan kembali dari pulau pukul 13.30 atau pukul 14.00 Waktu Indonesia Barat (WIB)

Selain kapal cepat, transportasi lain yang digunakan adalah kapal kayu (kapal rakyat) yang berkapasitas antara 50 – 60 orang. Kapal tradisional bermesin dan dilengkapi dengan life jacket bagi penumpangnya ini berangkat setiap hari dari dermaga Muara Angke ke Pulau Pramuka dan Pulau Panggang dengan waktu tempuh sekitar 2,5 – 3 jam.

Olah raga dan Rekreasi
Perairan di Kepulauan Seribu dan biota lautnya yang beragam menjadi tempat nyaman untuk olahraga bahari dan rekreasi. Aneka sarana olahraga dan rekreasi yang bernuansa bahari di Kepulauan Seribu seperi jet ski, canoe, fishing, wind surfing, snorkeling, dan scuba diving. Olahraga lainnya seperti jongging, tennis, volley pantai, billiard, dan golf terdapat di Kepulauan Seribu.

Wisatawan juga dapat berekreasi dengan menggunakan glass bottom boat di Pulau Putri untuk melihat kekayaan dasar laut yang beraneka ragam, atau bergembira bersama keluarga atau teman diatas banana boat.

Catatan backpacker Kepulauan Seribu (1), Akomodasi, Transportasi, Rekreasi berlanjut ke Kepulauan Seribu (2), Pulau Wisata (Resort Island)

Read More..

Thursday, March 11, 2010

Dermaga Canti, Kapal Kayu ke Pulau Sebesi

Dermaga Canti berada di desa Canti, Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan. Dermaga ini menjadi salah satu titik penghubung dari pulau Sumatera di Lampung Selatan menuju Pulau Sebesi.

Pulau Sebesi merupakan salah satu pulau yang terletak paling dekat ke kawasan cagar alam Krakatau. Karena letaknya dekat dengan kawasan Krakatau menjadikan Pulau Sebesi menjadi salah satu tempat persinggahan awal bagi pelancong maupun petualang sebelum mencapai Krakatau.

Selain dari Pulau Sebesi di Lampung Selatan, kawasan cagar alam Krakatau dapat juga dicapai dari kawasan pantai Carita di Propinsi Banten. Banyak perusahaan travel dari kawasan Carita yang menjual jasa untuk membawa pelancong ke kawasan Krakatau.

Menurut keterangan beberapa warga setempat, beberapa peneliti dari mancanegara seperti Jepang, Rusia, dan beberapa peneliti negara lainnya pernah singgah di Pulau Sebesi sebelum bertolak ke kawasan Krakatau.

Untuk mencapai Pulau Sebesi dari Dermaga Canti, pengunjung dapat menggunakan jasa kapal kayu. Alat transportasi kapal kayu ini mirip dengan kapal kayu yang melayani rute Muara angke – Pulau Pramuka (Kepulauan Seribu) di Jakarta. Perbedaannya hanya pada ukuran kapal saja, kapal kayu Muara angke – Pulau Pramuka di Jakarta lebih besar dari yang ada di Pulau Sebesi.

Persamaan kedua kapal kayu ini hampir sama, diantaranya penumpang dapat duduk diatap kapal, selonjoran sekalian tiduran didalam kapal, asap buangan yang menyesakkan dada, dan pastinya suara mesin yang berisik.

Kapal kayu reguler yang melayani rute dari Dermaga Canti menuju Pulau Sebesi berangkat setiap hari pada pukul 13.00 Wib, sedangkan keberangkatan dari Pulau Sebesi menuju Dermaga Canti pada pukul 07.00 Wib. Waktu tempuh antara kedua tempat ini menggunakan kapal kayu sekitar 1,5 – 2 jam.

Ongkos kapal reguler Dermaga Canti – Pulau Sebesi (sebaliknya) sebesar Rp 15 ribu ditambah Rp 2 ribu biaya Jasa raharja atau total sebesar Rp 17 ribu (update pada saat perjalanan Krakatoa Trip dilakukan Jejak Backpacker pada bulan Februari 2010).

Bila suatu saat nanti, anda harus (terpaksa) menggunakan jasa transportasi seperti kapal kayu ini, maka tips yang penting diketahui adalah usahakan agar lebih cepat masuk kedalam kapal dibanding penumpang lainnya agar dapat memilih tempat selonjoran yang stategis.

Read More..

Wednesday, March 10, 2010

Villa Pulau Sebesi Indah, Lampung Selatan

Lokasi Villa Pulau Sebesi Indah terletak di Desa Tejang – Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan. Pengelola Villa Pulau Sebesi Indah, Bapak Hayun, dapat dihubungi pada nomor telepon 0813 6992 3312 atau 0828 7013 757. Pemilik Villa Pulau Sebesi Indah merupakan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Jangan terlena dengan sebutan ”Villa” seperti yang anda bayangkan dengan villa di daerah puncak Bogor, Lembang, atau kawasan Berastagi di Sumatera utara. Villa disini menyerupai rumah biasa yang dapat dihuni sekitar 10 – 15 orang.

Villa Pulau Sebesi Indah memiliki sekitar 6 – 7 rumah sewa yang daya tampungnya berbeda-beda antara satu rumah dengan rumah lainnya. Rumah sewa yang besar dapat menampung sekitar 10 – 15 orang, sedangkan yang kecil mampu menampung sekitar 4 – 6 orang.
Letak Villa Pulau Sebesi Indah berada persis ditepi pantai dan berjarak sekitar 300 – 400 meter dari dermaga Pulau Sebesi. Villa memiliki halaman yang cukup luas yang dapat digunakan sebagai tempat berkemah bila daya tampung villa tidak mencukupi, sekaligus cocok juga sebagai tempat membuat acara bakar – bakar ikan atau daging (barbeque).
Buah kelapa muda dan pisang merupakan buah-buahan yang rutin tersedia di penginapan ini, hal tersebut mungkin dikarenakan komoditi dimaksud cukup banyak terdapat di Pulau Sebesi. Karena berada diteluk yang bersebelahan dengan lautan dan sebagian penduduk Pulau Sebesi bekerja sebagai nelayan maka tidak terlalu sulit untuk mendapatkan persediaan ikan sehingga menu makanan di Villa Pulau Sebesi Indah tidak jauh dari unsur ikan laut.
Karena keterbatasan sumber daya listrik di Pulau Sebesi, terkadang mempengaruhi ketersediaan air tawar, walaupun pada dasarnya ketersedian air tawar di pulau ini cukup melimpah. Tetapi bila villa ini dihuni oleh banyak pengunjung (beberapa rombongan) kemungkinan kekurangan air tawar akan terjadi.
Villa Pulau Sebesi Indah merupakan penginapan kelas backpacker yang tidak cocok bagi mereka yang sudah terbiasa menginap di hotel – hotel berbintang atau Villa ”yang sebenar-benarnya”.
Disekitar gerbang masuk ke villa terdapat warung kecil yang menjual berbagai kebutuhan dasar seperti sabun mandi, odol, kopi, minuman ringan, dan lainnya.
Sewa Villa Pulau Sebesi Indah sekitar Rp 200 ribu per malam belum termasuk makan. (update pada saat perjalanan Krakatoa Trip dilakukan Jejak Backpacker pada bulan Februari 2010).

Read More..

Monday, March 8, 2010

Krakatoa Trip (3), Pulau Sebesi – Jakarta

Setelah berada beberapa hari di Pulau Sebesi menikmati perjalanan yang cukup menyenangkan dengan kesederhanaan yang bersahaja, akhirnya tiba saatnya untuk kembali pulang menjalani rutinitas sehari-hari.

Setelah sarapan pagi di pendopo Villa Pulau Sebesi Indah, sekitar pukul 07.00 Wib keberangkatan pulang kembali ke Jakarta segera dimulai. Dari pulau Sebesi naik kapal kayu carteran milik Pak Amir menuju Dermaga Canti.

Dalam perjalanan pulang menuju Dermaga Canti cuaca kurang bersahabat dan gelombang laut membuat kapal kayu tua carteran sedikit terombang-ambing. Ditengah laut ada kapal kecil yang melambai-lambaikan tangan minta agar kapal Pak Amir berhenti dan meminta tolong agar penumpangnya, sepasang suami-istri dengan seorang anak perempuan ikut kapal Pak Amir menuju Dermaga Canti.

Dari dermaga Canti, perjalanan dilanjutkan menggunakan angkot carteran ke Pelabuhan Bakauheni Lampung. Bekal untuk makan siang sudah dibeli berupa nasi bungkus dan rencananya akan dimakan diatas kapal ferry, tetapi karena jadwal keberangkatan kapal sekitar Pukul 12.00an Wib akhirnya diputuskan makan siang sambil duduk lesehan diisekitar pelabuhan Bakauheni.

Perjalanan menuju Jakarta dilanjutkan menggunakan kapal ferry kelas ekonomi menyeberang ke Pelabuhan Merak Banten. Dari terminal Merak menggunakan bus menuju Kampung Rambutan di Jakarta. Tiba kembali di Jakarta sore hari sekitar pukul 16.00 Wib.

Tips dan Riview Jejak Backpacker
Pelabuhan Bakauheni – Dermaga Canti.
Tidak ada angkot reguler dari Pelabuhan Bakauheni ke Dermaga Canti atau sebaliknya. Bila hendak menggunakan angkot reguler maka dari Pelabuhan Bakauheni naik angkot ke Kalianda, dari Kalianda naik angkot lagi ke Dermaga Canti, demikian juga sebaliknya. Ada angkot warna kuning yang dapat dicarter dari Pelabuhan Bakauheni menuju Dermaga Canti dengan ongkos carter sekitar Rp. 150 ribu (update pada saat perjalanan Krakatoa Trip dilakukan Jejak Backpacker pada bulan Februari 2010).
Alternatif transportasi dari Pelabuhan Bakauheni – Dermaga Canti. Bila bepergian sseorang diri, jasa ojek motor dapat dipertimbangkan sebagai alternatif transportasi. Menurut keterangan penduduk lokal, ongkos ojek motor sekitar Rp 25 – 30 ribu, tetapi si abang ojeknya akan memberi harga kepada anda sekitar Rp 50 – 100 ribu, jadi anda harus menawar. (update pada saat perjalanan Krakatoa Trip dilakukan Jejak Backpacker pada bulan Februari 2010).

Kapal kayu reguler Dermaga Canti – Pulau Sebesi. Ada kapal kayu reguler yang melayani rute Pulau Sebesi ke Dermaga Canti atau sebaliknya. Jadwal keberangkatan kapal reguler dari Pulau Sebesi ke Dermaga Canti pada pukul 07.00 Wib setiap harinya dan dari Dermaga Canti ke Pulau Sebesi pada pukul 13.00 Wib setiap harinya. Ongkos kapal reguler sebesar Rp 15 ribu ditambah Rp 2 ribu biaya Jasa raharja atau total sebesar Rp 17 ribu (update pada saat perjalanan Krakatoa Trip dilakukan Jejak Backpacker pada bulan Februari 2010).

Hati – hati di Dermaga Canti. Menurut keterangan penduduk lokal yang berjualan didepan Villa Pulau Sebesi Indah, hati-hati bila anda baru tiba di Dermaga Canti. Bila ada yang menanyakan tujuan anda, jangan pernah katakan ke Krakatau, tetapi Pulau Sebesi saja. Bila anda mengatakan tujuannya ke Krakatau, mereka kemungkinan akan mendesak anda untuk menggunakan jasa mereka mengantar ke Krakatau dengan ongkos yang pasti lebih mahal dibandingkan dengan kapal kayu yang dari Pulau Sebesi.

Pelabuhan Bakauheni. Pelabuhan Bakauheni melayani jasa penyeberangan manusia, sepeda motor, angkutan darat seperti bus penumpang antarkota dan antar provinsi, truk barang maupun mobil pribadi. Waktu tempuh dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak ataupun sebaliknya sekitar 2 – 3 Jam. Tiket penyeberangan kapal ferry Pelabuhan Bakauheni - Pelabuhan Merak atau sebaliknya sekitar Rp. 10 ribu untuk kapal ekonomi dan Rp 30 ribu untuk kapal cepat. Informasi pelayanan dan pengaduan Pelabuhan Bakauheni, kantor pusat 021-4288223 atau cabang Bakauheni 0727-331032.

(Catatan perjalanan update pada saat perjalanan Krakatoa Trip dilakukan Jejak Backpacker pada bulan Februari 2010).




Read More..

Krakatoa Trip (2), Pulau Sebesi – Krakatau – Lagoon cabe

Karena sehari sebelumnya merupakan perjalanan yang melelahkan dan kurang tidur dari Jakarta menuju Pulau Sebesi maka dihari kedua ini peserta Krakatoa Trip sepertinya masih lebih menikmati tidurnya dibandingkan rencana pendakian ke anak Krakatau. Perjalanan yang sebelumnya direncakan dimulai pada pukul 04.00 Wib mundur menjadi pukul 05.00 Wib.

Selain faktor kelelahan, jumlah kamar mandi yang terbatas menjadi salah satu penyebab waktu keberangkatan yang direncanakan lebih awal menjadi mundur sekitar satu jam.

Waktu tempuh dari Pulau Sebesi menuju kawasan Cagar Alam Krakatau sekitar 1,5 – 2 jam menggunakan kapal kayu. Karena waktu keberangkatan dari Pulau Sebesi menuju kawasan Cagar Alam Krakatau mundur satu jam, sunrise yang rencananya dinikmati dari anakan gunung Krakatau akhirnya hanya dapat dinikmati dari atas kapal saat perjalanan menuju kawasan Cagar Alam Krakatau.

Tiba dikawasan Cagar Alam Krakatau sekitar pukul 06.30an Wib dan langsung melakukan pendakian anakan gunung Krakatau. Lama pendakian anak Krakatau sekitar 0,5 – 1 jam sampai dengan punggung gunung yang merupakan batas akhir dari pendakian. Pendakian disarankan dilakukan pada pagi atau sore hari agar cuaca disekitar anak Krakatau tidak terlalu panas.

Karena kunjungan ke kawasan Cagar Alam Krakatau pada masa liburan akhir pekan maka kawasan ini cukup banyak dikunjungi oleh beberapa kelompok lain. Beberapa kelompok diantaranya datang dari daerah Carita di Banten, ada juga kelompok yang berkemah disekitar pintu masuk anak Krakatau. Menurut Pak Amir yang mendampingi kami, sebenarnya kegiatan berkemah tidak diizinkan dikawasan tersebut karena merupakan lokasi cagar alam, tetapi fakta dilapangan berkata lain.

Setelah berada di kawasan gunung anak Krakatau sekitar 1,5 – 2 jam akhirnya kelompok Krakatoa Trip kembali turun menuju kapal dan berangkat menuju kawasan Lagoon cabe untuk snorkeling. Lagoon cabe masih berada dalam kawasan Cagar Alam Krakatau, Lampung Selatan.

Kondisi terumbu karang di kawasan Lagoon cabe masih terawat dengan baik dan memiliki berbagai jenis terumbu karang. Selain bersnorkeling, pengunjung dapat berenang dan beristirahat dipantai disekitar lokasi Lagoon cabe. Aktivitas lainnya yang dapat dilakukan seperti trekking disekitar hutan di Lagoon cabe.

Setelah snorkeling dan makan siang didaerah Lagoon cabe dan sekitarnya, perjalanan dilanjutkan menuju Pulau Umang-umang yang lokasinya berdekatan dengan Pulau Sebesi. Pulau Umang-umang dapat ditempuh sekitar sepuluh menit dari Pulau Sebesi dengan kapal kayu. Pulau Umang-umang merupakan pulau kecil yang memiliki pantai berpasir putih dan sering juga dijadikan sebagai salah satu tempat bersnorkeling disekitar pulau Sebesi di Lampung Selatan.

Setelah beberapa jam berada disekitar pulau Umang-umang, Sore harinya kembali ke Penginapan di Pulau Sebesi, istirahat, makan malam, dilanjutkan acara bakar ikan (Barbeque), dan tidur.

Tips dan Riview Jejak Backpacker
SIMAKSI. Kawasan Cagar Alam Krakatau di Lampung Selatan merupakan Kawasan Konservasi dan setiap pengunjung atau kelompok yang hendak mendatangi tempat ini harus memiliki Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI). Pemberian izin menjadi otoritas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung.

Kawasan Cagar alam Krakatau. Gunung Krakatau merupakan gunung berapi aktif yang berada dalam kawasan cagar alam Krakatau. Kawasan Krakatau terletak di Selat Sunda, diantara Pulau Jawa dan Sumatera di Indonesia. Gunung Krakatau pernah meletus pada tahun 1883 yang menewaskan puluhan ribu jiwa. Pada tahun 1927, muncul gunung api yang dikenal sebagai anak Krakatau dari kawasan kaldera purba gunung Krakatau yang masih aktif dan tetap bertambah tingginya. Kecepatan pertumbuhan tingginya sekitar 20 inci per bulan. Setiap tahun ia menjadi lebih tinggi sekitar 20 kaki dan lebih lebar 40 kaki.

Pendakian Anak Krakatau. Gunakan alas kaki yang ringan dan nyaman seperti sandal gunung ketika hendak mendaki anak Krakatau. Kondisi pendakian labil karena dominan terdiri dari pasir hitam. Disarankan mendaki pada pagi atau sore hari agar kondisi cuaca tidak terlalu panas.

Larangan. Pengunjung dilarang membawa dari dan ke kawasan cagar alam Krakatau baik flora maupun fauna. Larangan berlaku juga dalam hal perusakan atau pencemaran dikawasan cagar alam Krakatau.

Catatan backpacker Krakatoa Trip (2), Pulau Sebesi – Krakatau – Lagoon cabe, berlanjut ke Krakatoa Trip (3), Pulau Sebesi - Jakarta.

Read More..

Friday, March 5, 2010

Krakatoa Trip (1), Jakarta – Pulau Sebesi

Krakatoa Trip rencananya akan dijalankan pada tanggal 25 – 28 Februari 2010 dengan jumlah peserta sekitar 20-an orang. Pada dasarnya semua biaya yang berkaitan dengan Krakatoa Trip ditanggung secara bersama (sharing cost).

Beberapa minggu sebelum keberangkatan Mbak HS sebagai Pengatur acara (Event Organizer) perjalanan Krakatoa Trip telah mengirimkan beberapa pesan melalui email yang ditujukan ke peserta Krakatoa Trip.

Walaupun pada kenyataannya Mbak HS tidak setuju kalau dirinya disebut sebagai EO-nya Krakatoa Trip, tetapi tetap saja para peserta menganggapnya sebagai salah seorang yang membuat Krakatoa Trip berjalan dengan sukses.

Email yang dikirimkan berupa pesan apa saja yang perlu dipersiapkan dan yang akan dibawa oleh peserta. Email-email tersebut dan catatan Krakatoa Trip dapat diikuti melalui catatan perjalanan berikut ini.

Email EO dua minggu sebelum keberangkatan
Berikut ini merupakan email dari Mbak HS sebagai Pengatur acara (Event Organizer) perjalanan Krakatoa Trip.

Pesannya melalui email yang dikirim kepada setiap peserta Krakatoa Trip diantaranya, meeting point dibuat satu lokasi di terminal Kampung Rambutan agar semua peserta dapat satu bus dan tidak terpisah-pisah, breakfast/lunch/dinner selama di Krakatau sudah disiapkan dan bila peserta bawa cemil-cemilan sangat didukung, karena kita ”ngeteng” naik-turun bus dan backpacking maka disarankan bawaannya minimalis karena takutnya lupa naruh tentengan di mana-mana malah repot, penginapan di Pulau Sebesi kondisinya standard/basic dan jauh lebih basic daripada di Pulau Bira kemaren, penginapan bentuknya rumah dan kita menggunakan dua rumah.

Satu rumah penginapan dapat menampung sekitar 12 - 15 orang, setiap orang mendapat satu kasur dan bantal serta posisinya lesehan di bawah.alias ”ngampar”, setiap rumah penginapan memiliki 2 kamar mandi serta 2 kamar mandi lain di luar/di pendopo tempat makan, air mandi cukup melimpah walaupun demikian diharapkan pemakaiannya tidak boros, sekali lagi tidak ada EO yak…kita sharing cost karenanya jaga diri masing-masing, jaga kesehatan, jaga body, jaga bawaan masing-masing, jaga makanan masing-masing, jaga kering kentang hihihi….

Barang-barang yang musti dibawa, kira-kira seperti fins, snorkle, goggles/masker, sendal rekking (mo naek Krakatau lhoo), baju ganti secukupnya, baju renang, sun block, kacamata hitam, topi, jaket, obat-obatan pribadi (terutama yg butuh antimo, obat diare, minyak kayuputih, salonpas, tensoplas, betadine, autan, obat alergi), keperluan mandi dan handuk, botol minuman (bakal panasssss), dry bag/trash bag (jaga-jaga agar kamera tidak basah dan tidak buang sampah sembarangan), sarung pantai (multifungsi utk sprei sampai andukan :p), senter dan batere (jaga-jaga kalau mati lampu), colokan T (biar kalo pada nge-charge hp atau kamera tidak rebutan), packingnya diharapkan minimalis karena kita ngeteng alias naek turun kendaraan umum.

Email EO dua hari sebelum keberangkatan
Berikut ini merupakan email dari Mbak HS sebagai Pengatur acara (Event Organizer) dua hari sebelum perjalanan Krakatoa Trip.

Dear all, meeting point Krakatoa Trip besok pada hari Kamis tanggal 25 Februari 2010 di Terminal bus Kampung Rambutan (terminal luar kota) pukul 21.00 Wib. Rencananya kita akan naik bus umum Primajasa, nyaman lega ber-AC. Karena bus umum maka akan bergabung dengan penumpang lain dan kalau ada yang telat maka bus tidak dapat menunggu.

Pada saat menuju terminal bus Kampung Rambutan, kalau berangkat naik taksi maka minta diturunin di dalam terminal karena kalau turunya diluar maka jalannya ke dalam agak jauh, kalau naik kendaraan umum maka terpaksa jalan kaki ke dalam, bakal banyak calo-calo yang mengikuti dan bertanya ”berangkat kemana” saat akan memasuki lokasi terminal luar kota, kiat menghadapi calonya adalah dicuekin saja dan pasang tampang galak alias jangan keliatan lugu hehehe, cewek-cewek yang suka pake baju mencolok dan perhiasan diharapkan kali ini nge-gembel dulu ya, besok malam long weekend jadi sudah dapat dipastikan Jakarta bakal macet di mana-mana, disarankan berangkat lebih awal.

Minuman baru akan disediakan ketika diatas kapal menuju Krakatau, peserta Krakatoa Trip masih menanggung minuman sendiri pada saat perjalanan Jakarta – Pelabuhan Bakauheni Lampung. Diharapkan membawa ransel sesimpel mungkin supaya barang bawaan tidak tercecer dan jangan lupa membawa raincoat (antisipasi hujan di tengah laut).

Krakatoa Trip pada hari H
Hari pertama Krakatoa Trip dimulai pada hari Kamis malam tanggal 25 Februari 2010 dengan memanfaatkan libur dihari Jumat. Berangkat dari kantor dikawasan Sudirman Jakarta sekitar pukul 19.00 Wib menuju terminal luar kota Kampung Rambutan.

Dari Jalan Sudirman menggunakan bis AC warna putih nomor 10 menyusuri jalan Gatot Subroto yang kondisinya padat merayap menuju Kampung rambutan. Sekitar pukul 20.30 Wib tiba di terminal luar Kampung rambutan dan naik angkot lagi kedalam terminal. Sebelum bertemu dengan kelompok Krakatoa Trip, menyempatkan makan malam dengan menu soto ayam yang berada disekitar terminal luar kota Kampung Rambutan.

Rencana keberangkatan Krakatoa Trip sebelumnya adalah pada pukul 21.00 Wib, tetapi karena ada salah seorang peserta yang terjebak macet akhirnya keberangkatan dari terminal Kampung Rambutan di Jakarta dimulai pada pukul 22.00 Wib menuju Pelabuhan Merak.

Menggunakan bus Primajasa AC akhirnya tiba di Pelabuhan Merak sekitar pukul 01.30 Wib. Setelah berjalan kaki sekitar 0,5 – 1 kilometer dari terminal Merak menuju Pelabuhan, akhirnya naik kapal penyeberangan sekitar pukul 02.30 Wib dan tiba di Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 04.30 Wib subuh.

Setelah beristirahat di kawasan Pelabuhan Bakauheni Lampung, sekitar pukul 05.30 Wib berangkat menggunakan angkot carteran menuju Dermaga Canti dan tiba sekitar pukul 06.40 Wib. Setelah sarapan pagi pada warung disekitar dermaga Canti, pukul 08.00 Wib menyeberang menggunakan kapal kayu carteran milik Pak Amir menuju Pulau Sebesi di Lampung selatan dan tiba sekitar pukul 09.30 Wib.

Kesan pertama ketika baru tiba di Pulau Sebesi adalah menemukan sebuah pulau yang tenang dan sederhana. Pulau Sebesi masuk kedalam bagian teritori Lampung Selatan yang warganya bekerja sebagai nelayan dan petani. Hasil pertanian dari Pulau Sebesi seperti buah kelapa, coklat, dan kayu umumnya dikirim menggunakan kapal kayu menuju daerah Banten.

Setelah beristirahat dan makan siang, Pak Amir sebagai pemilik kapal sekaligus salah seorang pengawas kawasan Cagar Alam Krakatau membawa kelompok Krakatoa Trip ber-snorkeling pada beberapa kawasan di sekitar pulau Sebesi.

Tips dan Riview Jejak Backpacker
Pulau Sebesi. Pulau Sebesi terletak di mulut Teluk Lampung berdekatan dengan kawasan Cagar Alam Krakatau. Secara administratif pulau ini berada dalam wilayah Desa Tejang Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan. Wilayahnya terdiri dari 4 (empat) dusun yaitu Regahan Lada, Inpres, Tejang, dan Segenom. Pulau dengan total luas 2620 ha ini dihuni oleh lebih dari 2500 jiwa, yang sebagian besar hidupnya bergantung pada produk pertanian dan perikanan. Pulau dengan garis pantai sepanjang 19,5 km memiliki sumberdaya pesisir yang cukup baik seperti mangrove, padang lamun, dan terumbu karang.

Villa Pulau Sebesi Indah. Lokasi Villa Pulau Sebesi Indah terletak di Desa Tejang – Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan, telepon pengelola (Bapak Hayun) adalah 0813 6992 3312 atau 0828 7013 757. Pemilik Villa Pulau Sebesi Indah adalah Pemerintah Kapubaten Lampung Selatan. Jangan tertipu dengan kata ”Villa” seperti yang anda bayangkan dengan villa di daerah puncak Bogor. Villa disini menyerupai seperti rumah biasa yang dapat dihuni sekitar 10 – 15 orang. Sewa Villa Pulau Sebesi Indah sekitar Rp 200 ribu per malam belum termasuk makan.

Pak Amir. Beliau salah seorang pengawas kawasan Cagar Alam Krakatau sekaligus pemilik atau pengelola kapal kayu disekitar area Pulau Sebesi dan kawasan Cagar Alam Krakatau. Menurut keterangan beliau, dulunya dia sering merusak terumbu karang untuk menangkap ikan, tetapi sekarang setelah sadar pentingnya peran terumbu karang dalam melestarikan kekayaan biota laut, beliau saat ini sangat aktip menjaga dan merawat terumbu karang disekitar Pulau Sebesi dan kawasan Krakatau. Bila anda tertarik datang ke daerah ini dan membutuhkan kapal kayu, seorang guide, atau mengurus Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) Cagar Alam Krakatau maka dapat menghubunginya pada nomor handphone 0813-7937-3789.

Fasilitas Listrik dan ATM. Fasilitas listrik di pulau Sebesi sangat terbatas dan tegangannya cenderung tidak stabil (naik-turun). Bawalah uang secukupnya ketika hendak berkunjung karena di pulau Sebesi tidak ada Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Kondisi ini mirip dengan fasilitas yang ada di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta.

Acara Rakyat. Biasanya bila tamu (rombongan) yang menginap di Villa Pulau Sebesi Indah sedang ramai, penduduk setempat akan mengadakan acara rakyat seperti pertunjukkan tarian mirip silat yang diiringi musik seperti gamelan di sekitar halaman villa.

Catatan backpacker Krakatoa Trip (1), Jakarta – Pulau Sebesi, berlanjut ke Krakatoa Trip (2), Pulau Sebesi – Cagar Alam Krakatau – Lagoon Cabe

Read More..

Thursday, March 4, 2010

Krakatoa Trip

Berawal dari ajakan rekan kantor untuk bergabung dengan kelompok mereka yang selama ini bepergian secara bersama-sama ketempat-tempat menarik di Indonesia yang sarana transportasinya masih kurang memadai atau tempat-tempat yang membutuhkan izin khusus seperti memasuki kawasan Cagar Alam Krakatau di Lampung Selatan.

Walaupun sebenarnya saya seorang Solo Backpacker, namun ajakan tersebut diterima dengan pertimbangan dapat menghemat biaya perjalanan. Pengatur acara (Event Organizer) perjalanan Krakatoa Trip mematok harga cukup murah dan terjangkau, sesuailah bagi seorang backpacker ”kere” seperti Jejak Backpacker. Krakatoa Trip menerapkan sharing cost atau menanggung biaya perjalanan secara bersama-sama.

Rute perjalanan menuju kawasan Cagar Alam Krakatau dilakukan dari Jakarta menyeberangi Selat Sunda melalui Pelabuhan Merak di Banten menuju Pelabuhan Bakauheni di Lampung. Walaupun sebernarnya kawasan Cagar Alam Krakatau dapat dijangkau dari kawasan Carita di Propinsi Banten, tetapi rute dari Pelabuhan Bakauheni tetap dipilih agar dapat berkunjung ke pulau-pulau lainnya di Propinsi Lampung sekaligus menemukan tempat-tempat menarik untuk snorkeling.

Data Krakatoa Trip
Krakatoa Trip dilaksanakan pada tanggal 25 – 28 Februari 2010 dengan biaya Rp 585 ribu per orang dengan jumlah peserta sekitar 27 orang. Perjalanan dimulai pada tanggal 25 Februari 2010 pukul 22.00 Wib, dari terminal Kampung Rambutan di Jakarta.

Menggunakan bus Primajasa AC menuju Pelabuhan Merak dan tiba sekitar pukul 01.30 Wib. Setelah berjalan kaki sekitar 0,5 – 1 kilometer dari terminal Merak menuju Pelabuhan, akhirnya naik kapal penyeberangan sekitar pukul 02.30 Wib dan tiba di Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 04.30 Wib subuh.

Setelah beristirahat di kawasan Pelabuhan Bakauheni Lampung, sekitar pukul 05.30 Wib berangkat menggunakan angkot carteran menuju Dermaga Canti dan tiba sekitar pukul 06.40 Wib. Setelah sarapan pagi pada warung disekitar dermaga Canti, pukul 08.00 Wib menyeberang menggunakan kapal kayu carteran milik Pak Amir menuju Pulau Sebesi di Lampung selatan dan tiba sekitar pukul 09.30 Wib.

Pada Pulau Sebesi menginap di Villa Pulau Sebesi Indah, Desa Tejang – Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan, telepon pengelola (Bapak Hayun) adalah 0813 6992 3312 atau 0828 7013 757. Pemilik Villa Pulau Sebesi Indah adalah Pemerintah Kapubaten Lampung Selatan. Jangan tertipu dengan kata ”Villa” seperti yang anda bayangkan dengan villa di daerah puncak Bogor. Villa disini menyerupai seperti rumah biasa yang dapat dihuni sekitar 10 – 15 orang.

Setelah beristirahat dan makan siang, Pak Amir sebagai pemilik kapal sekaligus salah seorang pengawas kawasan Cagar Alam Krakatau membawa kelompok Krakatoa Trip ber-snorkeling pada beberapa kawasan di sekitar pulau Sebesi.

Keesokan harinya pada tanggal 27 Februari 2010, perjalanan dari Pulau Sebesi menuju kawasan Cagar Alam Krakatau dimulai. Perjalanan yang sebelumnya direncakan dimulai pada pukul 04.00 Wib mundur menjadi pukul 05.00 Wib.

Waktu tempuh dari Pulau Sebesi menuju kawasan Cagar Alam Krakatau sekitar 1,5 – 2 jam menggunakan kapal kayu. Karena waktu keberangkatan dari Pulau Sebesi menuju kawasan Cagar Alam Krakatau mundur satu jam, sunrise yang rencananya dinikmati dari anakan gunung Krakatau akhirnya hanya dapat dinikmati dari atas kapal saat perjalanan menuju kawasan Cagar Alam Krakatau.

Tiba dikawasan Cagar Alam Krakatau sekitar pukul 06.30an Wib dan langsung melakukan pendakian anakan gunung Krakatau. Lama pendakian anak Krakatau sekitar 0,5 – 1 jam sampai dengan punggung gunung yang merupakan batas akhir dari pendakian. Pendakian disarankan dilakukan pada pagi atau sore hari agar suhu udara disekitar anak Krakatau tidak terlalu panas.

Setelah berada di kawasan gunung anak Krakatau sekitar 1,5 – 2 jam akhirnya kelompok Krakatoa Trip kembali turun menuju kapal dan berangkat menuju kawasan Lagoon cabe untuk snorkeling. Lagoon cabe masih berada dalam kawasan Cagar Alam Krakatau, Lampung Selatan.

Setelah snorkeling dan makan siang didaerah Lagoon cabe dan sekitarnya, perjalanan dilanjutkan menuju Pulau Umang-umang yang lokasinya berdekatan dengan Pulau Sebesi. Sore harinya kembali ke Penginapan di Pulau Sebesi, istirahat, makan malam, dilanjutkan acara bakar ikan (Barbeque), dan tidur.

Pagi harinya pada tanggal 28 Februari 2010 sekitar pukul 07.00 Wib, keberangkatan pulang kembali ke Jakarta segera dimulai. Dari pulau Sebesi naik kapal kayu carteran milik Pak Amir menuju Dermaga Canti, dilanjutkan naik angkot carteran ke Pelabuhan Bakauheni Lampung, naik kapal ferry kelas ekonomi menyeberang ke Pelabuhan Merak Banten, naik bus dari terminal Merak menuju Kampung Rambutan di Jakarta. Tiba kembali di Jakarta sore hari sekitar pukul 16.00 Wib.

Perkiraan Waktu Tempuh
Perkiraan waktu tempuh Jakarta – Pelabuhan Merak sekitar 2 – 3 jam dengan bus, Pelabuhan Merak – Pelabuhan Bakauheni sekitar 2 – 3 Jam, Pelabuhan Bakauhen
i – Dermaga Canti sekitar 1 – 1,5 jam dengan angkot carteran, Pelabuhan Canti – Pulau Sebesi sekitar 1,5 – 2 jam dengan kapal kayu, Pulau Sebesi - Kawasan Cagar Alam Krakatau sekitar 1,5 – 2 jam dengan kapal kayu, Carita Banten - Kawasan Cagar Alam Krakatau sekitar 2,5 – 3 jam dengan kapal kayu atau sekitar 1 – 1,5 jam dengan Speed Boat.

Perkiraan Biaya
Ongkos bus Primajasa AC dari Jakarta menuju Pelabuhan Merak atau sebaliknya sekitar Rp 17 ribu per orang, Tiket penyeberangan kapal ferry Pelabuhan Merak – Pelabuhan Bakauheni atau sebaliknya sekitar Rp. 10 ribu untuk kapal ekonomi dan Rp 30 ribu untuk kapal cepat, Carter angkot dari Pelabuhan Bakauheni – Dermaga Canti sekitar Rp 150 ribu per angkot sekali jalan atau ojek motor sekitar Rp 25 – 35 ribu (menurut keterangan warga setempat).

Biaya Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) Cagar Alam Krakatau sekitar Rp 200 ribu, sewa rumah penginapan di Pulau Sebesi sekitar Rp 200 ribu per malam belum termasuk makan (daya tampung sekitar 10 - 15 orang), Sewa kapal kayu seharian (24 jam) termasuk jasa guide dan ranger untuk ke Krakatau sekitar Rp 2 juta dan dapat ditumpangi sekitar 20-an orang penumpang. (angka-angka yang tertera pada perkiraan biaya, update pada saat perjalanan Jejak backpacker ini dilakukan. Terdapat kemungkinan harga-harga tersebut telah berubah pada saat tulisan ini anda baca dikemudian hari)

Krakatoa Trip dibagi dalam tiga tulisan berikut ini,


Read More..

Tuesday, February 9, 2010

Hotel Jogja, Bukittinggi, Sumatera Barat

Hotel Jogja berlokasi di jalan Perintis Kemerdekaan kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Hotel ini berjarak sekitar 100 – 200 meter dari Jam Gadang dan terletak dibawah lokasi wisata tersebut.

Posisi hotel yang berada dalam kawasan pasar bawah dan bersebelahan dengan Bank BNI, serta banyak penjual makanan pada malam hari menjadikan Hotel Jogja dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatip sebagai tempat menginap murah ketika berkunjung ke kota Bukittinggi.
Hotel Jogja menetapkan aturan baku bahwa pukul 12.00 Wib merupakan waktunya check-out, mereka mengabaikan jam check-in (jam berapapun anda check-in, jam check-out tetap jam 12.00 siang).
Pihak hotel bersedia menerima titipan tas tamu, bila misalkan, si tamu tidak memperpanjang menyewa kawar, tetapi masih ingin berjalan-jalan sampai sore hari di Bukittinggi.
Diruang recepsionist hotel ada tulisan yang kira-kira bunyinya “tamu yang berpasangan, harap tunjukkan surat nikah”. Saya nggak bertanya ke petugas hotelnya, tentang apakah tulisan tersebut memang benar-benar serius dan setiap tamu yang berpasangan harus membawa surat nikah?
Rate kamar dan cara mencapainya
Rate kamar pada Hotel Jogja di Bukittinggi untuk standar single sebesar Rp 80 ribu/malam dan ekonomi single sebesar Rp 60 ribu/malam
(update pada saat melakukan perjalanan di Bukittinggi pada tanggal 10 - 12 Februari 2008). Pada saat menginap di hotel Jogja Bukittinggi, saya mendapatkan kamar dilantai satu yang posisinya langsung menghadap ke halaman hotel, kamarnya lumayan bagus dan bersih.
Untuk mencapai hotel Jogja tidaklah terlalu sulit. Ketika akan memasuki kota Bukittinggi, anda disarankan turun di simpang Jambu Air (biasanya si sopir kendaraan akan bertanya “ada yang turun di Jambu Air?”). Dari simpang Jambu Air, naik angkot warna merah nomor 14 dan minta diturunkan didepan hotel Jogja didaerah Pasar Bawah.
Kalau anda tidak turun di simpang Jambu Air maka bus (mobil travel) akan berbelok ke kanan dan berhenti di terminal Bukittinggi. Sebenarnya dari terminal banyak juga angkot yang menuju daerah pasar atas dan pasar bawah, hanya saja jarak tempuhnya semakin jauh.

Read More..