Thursday, January 21, 2010

Half Sumatera Journey (1), Jakarta – Bandar Lampung

Rencana untuk melakukan perjalanan ke pulau Sumatera akan segera terealisasi. Agar dapat menghemat biaya dan waktu, perjalanan ala backpacker dipilih sebagai solusi atas keinginan tersebut. Peran penginapan (motel) sebagai tempat bermalam (beristirahat) rencananya akan diabaikan dalam perjalanan backpacker kali ini. Aktivitas tidur (istirahat) akan dilakukan diatas bus atau kereta api pada saat melakukan perjalanan dimalam hari.

Saat tiba ditempat tujuan pada pagi harinya, perjalanan segera dilanjutkan dengan mengunjungi tempat - tempat menarik (kawasan wisata) ditempat tersebut. Malam harinya berangkat lagi ke tempat tujuan selanjutnya, demikian seterusnya, sampai tiba dan beristirahat di kota Bukittinggi, Sumatera Barat.

Fakta berkata lain dan kenyataannya dalam perjalanan ini tetap menggunakan jasa penginapan (motel) murah yang difungsikan sebagai tempat menyimpan ransel saat berjalan-jalan didaerah tujuan. Perjalanan pada malam hari untuk mencapai kota tujuan di pulau Sumatera tetap berjalan sesuai rencana.

Data Perjalanan
Perjalanan dimulai di Jakarta pada tanggal 6 Februari 2008 mengunakan bus Damri dari stasiun Gambir, kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Bus berangkat dari Jakarta pada pukul 22.00 Wib malam dan tiba di Stasiun Bandar Lampung pada pukul 06.00 Wib pagi.
Transportasi (angkutan) umum di kota Lampung diantaranya bus Damri dalam kota (ongkos Rp. 1500), Angkot (ongkos sekitar Rp. 2000 – 3000), becak, dan ojek motor.
Wisata Bandar Lampung yang dikunjungi
Kota Bandar Lampung. Kota ini merupakan ibu kota bagi propinsi Lampung yang menjadi pusat kegiatan pemerintahan, ekonomi, sosial politik, pendidikan dan kebudayaan. Letak geografis kota Bandar Lampung yang berada berdekatan dengan laut menyebabkan kota ini memiliki tempat wisata pantai yang berjarak tidak jauh dari kotanya. Tempat menarik lainnya di kota Lampung seperti Museum Lampung, Vihara Thay Hin Bio, dan Pasar Bambu kuning sebagai salah satu tempat beraktivitas bagi warga Lampung.
Museum Lampung. Museum ini menyimpan koleksi berupa keramik dari negeri Siam dan China pada zaman Dinasti Ming, benda-benda hasil karya seni, stempel dan mata uang kuno pada masa penjajahan Belanda. Disekitar halaman museum terdapat rumah adat Lampung lengkap dengan replika peralatan-peralatan yang dulunya digunakan leluhur orang Lampung.
Pantai Pasir Putih. Pantai ini ramai dikunjungi warga khususnya pada hari libur. Aktivitas yang biasanya dilakukan pengunjung seperti berenang, bermain perahu-perahuan (seperti kano), menyeberang ke pulau Condong melihat karang bolong. Untuk mengunjungi Pantai pasir putih Lampung dapat menggunakan transportasi sebagai berikut: dari pusat kota atau stasiun kereta api, naik bus Damri dalam kota jurusan terminal Teluk Betung (turun di perhentian terakhir bus Damri). Dari terminal Teluk Betung naik angkot warna Orange ke Panjang. Dari Panjang naik angkot warna hijau ke Pantai Pasir Putih dan pesankan ke sopir angkotnya supaya diturunkan di gerbang pantai pasir putih (persis berdekatan dengan PLTU Lampung).
Pulau Condong. Pulau Condong berada disekitar tempat wisata Pantai Pasir Putih. Untuk mencapai pulau Condong dapat menggunakan perahu carteran dari pantai pasir putih. Tidak ada perahu reguler seperti yang ada di antara Pulau Pramuka dan Panggang pada kawasan Kepulauan seribu di Jakarta. Waktu tempuh antara Pulau Pasir Putih dan pantai Condong sekitar 10 – 15 menit. Pemilik perahu carteran menawarkan harga sekitar 100 – 150 ribu untuk jasa pulang dan pergi (pp). Perahu carteran ideal bagi perjalanan sekeluarga atau berkelompok dikarenakan muatan perahu cukup bagi sekitar 10 – 15 orang. Pengunjung dapat pergi ke pulau Condong pada pagi hari dan minta dijemput sore harinya, atau dapat dipesankan sesuai waktu yang diinginkan.
Bila anda melakukan perjalanan seorang diri (solo), mintakan kepada pemilik perahu agar mencari orang yang mau berbagi (sharing) biaya. Tawar biaya perahunya sekitar Rp. 30 – 60 ribu per orang atau sesuaikan dengan jumlah
penumpang. Aktivitas yang dapat dinikmati di pulau Condong seperti menikmati suasana pulau yang lebih sejuk karena banyak pepohonan rindang disekitar pulau, monyet yang berkeliaran, pasir pantai putih, melihat karang bolong, dan menikmati pemandangan terumbu karang dari atas perahu melalui wadah kaca yang disediakan pemilik perahu (hampir mirip seperti jasa yang diberikan pemilik perahu di Tanjung Benoa Bali saat menyeberang ke Pulau Penyu). Walaupun pulau Condong terletak di teluk Lampung, tetapi tiupan angin Utara bertiup kencang pada bulan Januari dan Februari. Tiupan angin membuat perahu terayun-ayun oleh ombak dan terkadang percikan ombak masuk ke dalam perahu. Lihat video-nya disini.
Vihara Thay Hin Bio. Vihara ini berada disekitar pusat kota dan merupakan vihara tertua di Lampung. Sebagaimana Vihara pada umumnya yang corak dan warnanya didominasi warna merah maka demikian juga dengan Vihara Thay Hin Bio. Warna merah mendominasi mulai dari bangunannya maupun peralatan sembahyang.
Tips dan Riview Jejak Backpacker
Bus Damri Jakarta – Bandar Lampung.
Bila berencana melakukan perjalanan ke Bandar Lampung dengan Bus Damri, disarankan agar memesan tiketnya beberapa hari sebelum berangkat, khususnya hari Sabtu, Minggu dan menjelang musim liburan. Tipe kelas untuk pelayanan bus Damri pada trayek Jakarta – Bandar Lampung – Jakarta ini terdiri atas kelas eksekutip (ada toilet) dan kelas Bisnis (tanpa toilet), kedua jenis bus sama-sama menggunakan penyejuk udara (AC). Harga tiket bus untuk kelas bisnis Rp. 105 ribu dan kelas eksekutip Rp. 139 ribu. Tiket bus Damri jurusan akarta – Bandar Lampung – Jakarta dapat dibeli disekitar area stasiun kereta api Gambir. (update pada saat perjalanan backpacker ini dijalani).
Bus Damri Kelas Bisnis. Bila kebetulan anda menggunakan bus Damri kelas bisnis dan pada saat penyebrangan di pelabuhan Bakauheni anda turun untuk pergi ke toilet kapal, namun saat kembali ke bus pintunya tertutup dan dikunci dari dalam. Tidak perlu panik, anda hanya perlu mengetuk pintu dan petugas busnya akan membukakan pintu walaupun mereka sedang tidur. Hal tersebut mereka lakukan untuk menghindari niat orang tertentu yang ingin melakukan pencurian atau hal yang kurang baik lainnya.
Tiket kereta api malam ke Palembang. Bila anda merencanakan pergi ke kota Palembang pada malam harinya maka saat tiba di stasiun kereta api Bandar Lampung, segera beli tiket terlebih dahulu sebelum pergi jalan-jalan di kota Bandar Lampung. Pihak stasiun kereta api Bandar Lampung hanya menjual tiket kelas ekonomi, sedangkan tiket kelas bisnis dan eksekutip dilakukan oleh agen-agen resmi yang telah ditunjuk. Di Bandar Lampung, agen-agen penjualan tiket berada tepat di depan gerbang stasiun kereta, disebelah kiri dan kanan jalan.
Penginapan Murah. Bila pada saat anda melakukan perjalanan ke Lampung membawa tas ransel yang cukup berat maka carilah penginapan murah disekitar stasiun agar dapat menyimpan ransel dan melakukan perjalanan seharian dengan nyaman. Berjarak sekitar 200-300 meter dari gerbang stasiun, ada 2 penginapan murah dibelakang Masjid. Ketika masuk ke gang yang disebelah Masjid, penginapan yang sebelah kanan menawarkan harga sekitar Rp. 25 ribu sehari (tawar Rp. 20 ribu biasanya pemiliknya mau kalau hanya sampai malam). Tidak direkomendasikan untuk menginap di penginapan sebelah kanan karena suhu kamarnya panas dan kondisi ventilasi kurang memadai.
Pengeluaran
Tiket bus Damri kelas bisnis Jakarta - Lampung (Rp.105 ribu), penginapan (Rp. 20 ribu), sewa perahu ke pulau Condong (sharing bertiga Rp. 50 ribu), biaya makan pagi, siang, dan malam (Rp. 27 ribu), tiket masuk ke pantai pasir putih (Rp. 5 ribu), ongkos-ongkos angkot dan beli air minum (Rp. 30 ribu) . Total Pengeluaran untuk Half Sumatera Journey (1), Jakarta – Bandar Lampung sebesar Rp. 237.000,-
Catatan Backpacker ini berlanjut ke Half Sumatera Journey (2), Bandar Lampung – Palembang

7 komentar:

hady said...

kk...kk wktu di lampung cari penginapan nya gimana biar dpt yg terjangkau...

hady said...

kk...kk di lampung cri penginapan yang murah begimana???
wktu itu kk nginep di mn??
kasih tw yah...

Ruben Sukatendel si Jejak Backpacker said...

Dear Hady, pada saat saya melakukan perjalanan backpackeran ke Lampung, sy hanya tanya-tanya warga disekitar stasiun kereta api Bandar Lampung, dan mereka merekomendasikan penginapan di dekat Masjid, persis di depan gerbang stasiun kereta api.

Tapi patut dicatat, penginapan tersebut sy fungsikan hanya sebagai tempat penitipan tas ransel sy sebelum melanjutkan perjalanan malam harinya.

Ok Hady semoga membantu dan salam Backpacker.

A1ul Delizious said...

semoga terlaksana ...

Anonymous said...

mau nnya, denger2 kan perjalanan darat sumatra rawan bajingloncat/perampokan. bener itu gan?

trus tips apa aja ya untuk trip sumatra?
makasih gan

Ruben Sukatendel si Jejak Backpacker said...

Bajing loncat atau penjahat sejenisnya memang sudah lama menjadi topik yg patut diperhatikan.

usahakan melakukan perjalanan pada siang hari dan tidak memakai perhiasan yang mencolok, tks

Jaka Mahendra said...

thank you gan. nice inpoh. ane mau pergi ke bandar lampung ini. :D