Setelah seharian berkunjung ketempat-tempat menarik di Perjalanan dari
Transportasi angkutan umum di
Wisata
berdekatan antara satu objek dengan objek wisata lainnya. Wisata kota Palembang yang saling berdekatan seperti Sungai Musi, Jembatan Ampera, Pasar Ilir 16, Masjid Agung Palembang, Monumen Perjuangan Rakyat, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, dan Benteng Kuto Besak. Objek wisata lain seperti Pulau Kemarau (Kemaro) yang berada ditepi aliran sungai Musi dapat ditemput dengan kapal (perahu).
Sungai Musi. Warga
Pasar Ilir 16. Pasar ini berada disekitar kawasan Jembatan Ampera yang selalu ramai dengan hilir mudik pengunjung. Jangan lewatkan kesempatan berkunjung ke pasar ini untuk melihat-lihat kain khas Sumatera Selatan, kain Songket Palembang.
Masjid Agung Palembang. Masjid ini merupakan salah satu peninggalan kesultanan
Monumen Perjuangan Rakyat. Monumen terletak diantara Masjid Agung Palembang dengan Jembatan Ampera dan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II. Monumen didirikan untuk mengenang perjuangan rakyat Sumatera Selatan ketika melawan penjajahan pada masa revolusi fisik yang dikenal dengan “pertempuran lima hari lima malam” di Palembang pada tanggal 1 Januari 1947 yang melibatkan rakyat Palembang melawan Belanda.
Museum Sultan Mahmud Badaruddin II. Bangunan museum menghadap persis kearah sungai Musi dan dulunya museum ini merupakan rumah tinggal seorang pejabat tinggi Hindia Belanda. Museum memiliki berbagai koleksi seperti prasasti, ukiran, kain, alat musik, alat perang, berbagai peninggalan kesultanan, dan berbagai koleksi lainnya.
Benteng Kuto Besak. Benteng ini terletak menghadap kearah sungai Musi dan berdekatan dengan objek wisata lainnya di
tahun 1724-1758. Sekarang benteng ini digunakan sebagai markas Komando Daerah Militer (Kodam) Sriwijaya. Pengunjung hanya dapat melihat-lihat dari luar dan tidak dapat masuk kedalam Benteng Kuto Besak kecuali mendapatkan izin tertentu.
Pulau Kemarau (Kemaro). Pulau ini berada dialiran sungai Musi. Penyebutan nama pulau menjadi “Kemarau” (Kemaro) karena pulau ini tidak pernah tergenang air, walaupun air pasang besar, pulau tidak kebanjiran dan terlihat dari kejauhan seperti terapung-apung. Pulau Kemaro memiliki legenda tentang kisah cinta seorang putri dari
Untuk berkunjung ke pulau Kemarau (Kemaro) dapat menggunakan perahu reguler wisata dari Jembatan Ampera, orang lokal menyebutnya Perahu Naga. Pada saat Jejak backpacker berkunjung ke
Selain perahu Naga, terdapat jasa penyewaan perahu kecil bermesin (warga lokal menyebutnya taksi air) yang mengenakan tarif sekitar Rp. 100 – 150 ribu yang mengantarkan penyewa dari Jembatan Ampera – Pulau Kemaro – Jembatan Ampera. Untuk ukuran backpacker tarif tersebut lumayan mahal apalagi perjalanan ini dijalani seorang diri.
Sempat ngobrol dengan warga setempat dan diperoleh informasi tentang transportasi alternatip menuju pulau Kemaro dengan harga lebih murah. Transportasi alternatip tersebut menggunakan bus yang melewati Jembatan Ampera dan Masjid Raya Palembang dengan tujuan pabrik pupuk Pusri. Kedatangan bus tersebut berasal dari daerah Kertapati (stasiun kereta api) dan Plaju. Trus, turunnya setelah melewati pabrik pupuk Pusri atau Simpang pabrik sepatu (namanya saja yang pabrik sepatu, sebenarnya pabriknya sendiri sudah lama tutup). Tarif bus dari Jembatan Ampera ke tempat ini sekitar Rp 2 ribu atau Rp 4 ribu untuk pulang pergi.
Dari simpang pabrik sepatu ke tepi sungai Musi untuk menyebrang ke pulau Kemaro (Kemarau) berjarak sekitar 1.5 – 2 kilometer. Terdapat kumpulan abang becak di persimpangan pabrik sepatu yang menawarkan jasa mengantar dan bersedia menunggu kepulangan pengunjung dari pulau Kemaro kembali ke simpang pabrik sepatu. Tarif becak sekitar Rp 5 ribu sekali jalan atau Rp 10 ribu untuk pulang pergi (harga ini tidak ditawar).
Setelah turun dari becak maka pengunjung telah berada ditepian sungai Musi dengan jarak ke pulau Kemaro sekitar 200 – 300 meter. Tidak ada jembatan permanen yang menghubungkan tepian sungai Musi dengan pulau Kemaro. Jembatan penghubung darurat (tidak permanen) hanya dibuat pada saat puncak perayaan hari Raya Cap Go Meh ketika pulau Kemaro dipadati ribuan pengunjung.
Dari tepian sungai ke pulau Kemaro dapat ditempuh dengan perahu nelayan lokal dengan tarif sekitar Rp 10 – 15 ribu untuk perjalanan pulang pergi. Pemilik perahu akan menunggui pengunjung sewaktu berjalan-jalan di Pulau Kemaro. Total pengeluaran yang dikeluarkan dari Jembatan Ampera menuju pulau Kemaro dan kembali lagi ke Jembatan Ampera dengan jalur alternatip sebesar Rp 29 ribu rupiah.
Tips dan Riview Jejak Backpacker
Lokasi wisata berdekatan. Tempat wisata kota Palembang seperti Sungai Musi, Jembatan Ampera, Pasar Ilir 16, Masjid Agung Palembang, Monumen perjuangan rakyat, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Benteng Kuto Besak, merupakan tempat wisata yang berada pada lokasi yang sama dan berdekatan.
Aktivitas pada malam hari. Ketika berada di
Hotel Semeru. Alasan menyewa kamar hotel ini lebih karena pertimbangan kedekatannya ke stasiun Kertapati sehingga akan memudahkan akses untuk melanjutkan perjalanan malam harinya ke Lubuklinggau. Petugas hotel tidak bersedia memberikan discount walaupun diinformasikan bahwa sore/malam harinya sudah akan keluar. Tidak direkomendasikan sebagai tempat untuk menginap.
Kereta api
Tiket kereta kelas bisnis dan eksekutip tidak dijual oleh pihak stasiun tetapi dijual oleh agen yang telah ditunjuk.Berbeda dengan agen tiket di stasiun Lampung yang berada di sekitar area stasiun, agen tiket kereta di
Pengeluaran
Tiket kereta api Bisnis Lampung – Palembang Rp 64.500, Hotel Semeru Rp 75 ribu, Biaya makan (sarapan,siang,malam) Rp 26 ribu, ongkos becak Rp 10 ribu, ongkos perahu menyebrang ke pulau Kemaro Rp 15 ribu (Pp), ongkos-ongkos angkot, bus, ojek dan beli minuman Rp 50 ribu. Total pengeluaran Half Sumatera Journey (2), Bandar Lampung –

28 komentar:
keren...terima kasih informasinya. Kebetulan tahun ini rencana untuk keliling Sumatera atau Kalimantan, jadi bisa jadi refrensi yang sangat bermanfaat.
Salam-Tyas
Terima kasih atas kunjungannya Tyas, semoga catatan backpacker nya dapat membantu. sebenarnya masih banyak catatan lainnya yang perlu dipublikasikan, semoga dalam waktu dekat dapat dipublikasikan di blog jejak backpacker ini. salam backpacker....
Saya tunggu postingan berikutnya mas, sangat ingin keliling antara bulan April-Mei 2010 :)
Ok, mudah2an mas Tyas dapat terwujud pada tahun 2010 ini. salam backpacker...
Salam kenal.
Catatan perjalanannya sangat berguna.
Kalau boleh tahu, kereta api Lampung - Palembang aman nggak? Denger2 katanya jendelanya banyak yg bolong. Kereta api yg jalan malam sering berenti di kota2 kecil yang sunyi dan didatangi bajing loncat. Bener nggak?
Halo Bonek Kesasar...memang cerita itu santer terdengar, tapi dibandingkan menggunakan bus dari Lampung ke Palembang sepertinya lebih aman naik kereta api mas.
Pertimbanganya diantaranya adalah bahwa biasanya ada aparat keamanan yang ditugaskan diatas kereta api. Pengalaman ketika menggunakan kereta api ini cukup aman. memang benar yang mas katakan, kereta ini sering berhenti distasiun2 kecil. tks
Terima kasih jawabannya mas Ruben.
Selain kereta malam, apakah ada yg jalan pagi/siang hari?
Apa betul jendela kereta banyak yg bolong alias nggak ada kaca jendela?
Ada informasi yang lengkap mengenai kereta api di Sumatra?
Saya bermaksud overland sumatra naik kereta api dengan cara ngecer. Maksudnya brenti2.
Salam
Evia (saya perempuan lho :)
Dear Bonek Kesasar (Mbak Evia), mohon maaf sebelumnya bila saya menyapa anda dengan sebutan "mas" bukan "mbak".
Bila anda berniat menjelajahi pulau Sumatera dengan kereta api sepertinya hal tersebut tidak dapat anda lakukan sepenuhnya, hal tersebut karena kondisi geografis pulau Sumatera tidak sama dengan di pulau Jawa. Sumatera memiliki gunung-gunung dan hutan lebat yang tidak dimungkinkan u/ membangun jalur kereta api.
Jasa kereta api hanya ada dari kota bandar lampung menuju Palembang atau kota2 lainnya disekitar lampung dan palembang, juga dari Palembang ke Lubuklinggau atau kota2 disekitar Palembang. Mbak Bonek tidak akan dapat menjangkau kota padang dari Palembang atau sebaliknya.
Kereta api lainnya yang ada si sumatera seperti kereta api di sumatera barat yg hanya melayani rute kota Padang - Sawah lunto - Pariaman.
Sumatera utara juga memiliki kereta api yang rutenya hanya Medan - Tebingtinggi - Pematang Siantar - Rantau Parapat (semua rute ini berada dalam satu propinsi)
Mengenai jendela kaca kereta api yang pecah, sejauh yang sy lihat, memang ada yang retak, ya hampir sama dengan kereta api ekonomi di pulau Jawa lah.
Informasi lengkap tentang jadwal kereta api u/ pulau Sumatera belum sy dapatkan, tp nanti kalau miliki akan sy berikan.
Salam backpacker.....
mbak Eiva kapan akan menjelajah Sumatera?
Tyas
Mas Ruben yang baik,
nggak usah minta maaf kok. Banyak yg sering terkecoh.
mengenai kondisi geografis Sumatra yg tidak dimungkinkan dibangunnya jalur kereta api, menurut saya hanya masalah waktu dan teknologi. Serta kemauan dari pemerintahnya. Bukan masalah mungkin atau tidaknya. Di Amerika, dimana kondisi geografisnya jauh lebih ekstrem dibanding Indonesia, jalur kereta apinya meliputi semua kawasan. Di kawasan pegunungan dimana ada salju abadi, malah ada semacam terowongan bershelter untuk melindungi jalur kereta dari jatuhan salju. Kan kalau saljunya jatuh lantas mengeras, bisa licin. AKibatnya sangat fatal, kereta bisa tergelincir turun atau malah jatuh ke jurang, wong daerahnya di pegunungan.
Indonesia kan nggak ada salju, kecuali di puncak Jayawijaya.
kereta dari lampung ke palembang ada yg jalan pagi atau siang?
@ Tyas: Insya Allah sekitar juni juli agustus. Pengennya overland Jawa Sumatra. Dari Jawa kalau ada temennya mau hitch hike truk.
Salam
Evia
Dear Mbak Evia, saya sangat setuju dengan pendapat anda, tetapi kalau kita membandingkan teknologi di Amerika Serikat dengan di Indonesia mungkin seperti kata pepatah kita "jauh panggang dari api" namun demikian, "kalau ada kemauan pasti ada jalan"
Sebagai contoh kasus, pembangunan fasilitas MRT dan Monorail di Jakarta mbak. sejak dicanangkan dari beberapa tahun yang lalu, sampai sekarang nggak jelas kepastianya. Sampai sy sangat malu didalam hati atas promosi pariwisata Malaysia di Indonesia yang pernah membanggakan mereka punya "Monorail" hehee...padahal apalah arti monorail? tapi ya sudahlah, aku masih yakin bangsa ini memiliki potensi besar, asal saja orang2 yang memerintah memiliki "HATI" dan "NURANI"
Mbak Evia, ada kereta api dari Lampung menuju kota Palembang pada pagi hari sekitar jam 7 atau 8-an.
Sebenarnya masih ada beberapa tulisan tentang pulau Sumatera yang belum ditulis, khususnya tentang Sumatera utara. Mudah2an sebelum Mbak Evia melakukan perjananan ke Sumatera sudah dapat sy publikasikan. tks sudah berkunjung ke blog Jejak Backpacker, sy jg sudah mengunjungi blognya mbak, blognya bagus dan informatif. tks
salam backpacker...
Mas Ruben yang baik,
MRT mau dibangun di Jakarta? wah kemajuan. Salut dengernya. Ada wacana aja sudah kemajuan banget itu.
Wah, anda sampe Sumut segala ya? Saya tunggu tulisannya deh.
Dulu saya sering menjelajah Sumbar, Sumut dan Riau. Sudah lama sekali. Saya juga tulis di blog kisah perjalanan saya sewaktu di Sumbar.
Nanti itu ceritanya pengen napak tilas. Dulu kalau jalan naik bis. Kalau kereta api belum pernah. Makanya pengen banget kesana naik kereta api. Tahun 2008, saya juga sempat backpacking overland Jawa. Naik kereta api. Bukan kereta eksekutif, tapi kereta rakyat. Nuansanya sangat berbeda dan tentunya jauh lebih menarik dibanding kereta eksekutif.
Pengalaman saya di kereta api tsb juga saya tulis di blog.
Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.
Salam backpacker juga
Evia
Mbak Eiva,
Keren tuh, cuma saat sekarang ga ada waktu kalo mesti hitch and hike truck, kerja ikut orang jadi ga bisa lama-lama perginya.
Besok saya berangkat by kereta api ke Jakarta dan dengan pesawat ke Banda Aceh, darisana baru aku mulai petualangan.
Semoga bisa mendokumentasikan dengan bagus seperti mas Ruben.
Salam backpacker -Tyas
Dear Mbak Evia, Salut dengan kerendahan hati anda, seandainya di Indonesia ini banyak Evia - Evia lainnya spt anda, saya yakin pariwisata Indonesia akan maju pesat. hal tersebut terjadi karena orang tidak akan mengeluh harus menunggu fasilitas yang tersedia harus serba wah baru berkunjung ke suatu tempat tertentu. sukses buat anda.
U/ Obat, Semoga perjalanannya menyenangkan.
salam backpacker u/ anda berdua. tks
Mas Ruben yang baik,
Waduh saya tidak bermaksud merendah. Hanya ingin berbagi bahwa dengan melakukan perjalanan seperti cara saya, banyak pelajaran kehidupan yang kita serap.
Contohnya, kereta rakyat itu ternyata harus mengalah bila akan berpapasan dengan kereta bisnis atau eksekutif. Toh penumpangnya nggak ada yang menggerutu. Enggak seperti kereta di Amerika dimana dalam satu rangkaian segala kelas ada. Dibedakan menurut gerbongnya aja. Gerbong tidur sendiri, gerbong duduk sendiri. Yang gerbong tidur dilengkapi dengan kamar mandi dan tentunya harganya lebih mahal. Justru kereta kargo yang harus mengalah kalau akan berpapasan dengan kereta penumpang.
Pelajaran lain, pedagang asongan enggak bisa masuk kalau kereta eksekutif brenti kan? Tapi bisa leluasa masuk menawarkan dagangan kalau berada di kereta rakyat. Kalau bisa diliat secara positif, sebagai penumpang kita dimanja. Makan tinggal milih, kehabisan pulsa tinggal beli. Enggak seperti di kereta eksekutif dimana ada resto nya. Harganya mahal pula.
Selain itu, mengamati dinamika kehidupan orang orang di kereta rakyat lebih beraneka dan sangat menarik dibanding kereta eksekutif yang terkesan dingin.
Itu menurut saya lho. Dan dengan catatan, kalau banyak waktu.
Salam backpacking
Evia
Dear Mbak Evia, thanks atas sharing info-nya tentang kereta api di Amerika yang begitu nyaman dan manusiawi. Suatu saat nanti pengen juga backpackeran di Amerika, yah...semuanya pasti dimulai dari mimpi kan mbak.
oh ya, mengenai kereta api kelas ekonomi di Indonesia, memang benar-benar unik dan terkadang lucu. Saya sering naik kereta api ekonomi Jakarta - Bogor kalau lagi pengen berkunjung ke Kebun Raya Bogor. Kereta ini akan dipenuhi oleh para penumpang dan pedagang asongan.
terkadang, u/ mendapatkan posisi berdiri dengan nyaman saja diatas kereta sudah merupakan berkah hehehe... terkadang saking padat dan berdesak-desakkanya kerongkongan terasa kering dan pengen minum, nah tinggal beli saja kepada pedagang minuman yang mondar-mandir sambil menjajakan daganganya, sungguh membantu.
namun demikian, selain pedagang asongan, tukang copet menjadi hal yang perlu diwaspadai diatas kereta api ekonomi.
Salam Backpacker u/ mbak Evia, tks.
maaf mas mau nanya,kalau pesen tiket damri jakarta lampungnya dimana ya alamatnya..makasih sebelumnya...sabtu ini saya mau ke lampung soalnya,takut keabisan tiket damri.
Dear Andi Anwar, Tiket bus Damri tujuan Lampung dapat dibeli di sekitar area Stasiun kereta api Gambir (dekat Monas).
Letak loketnya berada diluar stasiun gambir-nya mas, didekat bus damri yang tujuan Bandara. ok semoga dapat membantu dan salam backpacker.
mas ruben, salam kenal, saya gandung, 18 thn
wah keren bgt nih mas, jln2 ke sumateranya, saya berencana mengikuti jejak mas, tp mgkn hanya sampai palembang saja, terus menuju bangka
sangat membantu bgt lho mas infonya
btw, kalo memepersiapkan perjalanan (transpor, akomodasi, dll) butuh wkt brapa hari ya?
kemaren saya jg baru bertualang semarang-solo-jogja (biasa rute pelajar)
salam kenal
u/ Mas Gandung, salam kenal juga buat anda.
mengenai pertanyaan anda, ttg berapa hari persiapan untuk transportasi,akomodasdi dan lainnya, mungkin berbeda antara satu traveler dengan yg lainnya.
kalau anda berangkat seorang diri atau dengan teman-teman laki-laki, menurut saya bisa aja sambil berangkat dan sedapatnya saja, kecuali anda membawa teman wanita atau orang tua. tks
salam backpacker
Hai Ruben,
Salam jumpa kembali.
Juni - Agustus saya mudik ke Indonesia. Di bulan Juli saya backpacking menyusuri Jawa dan Sumatra. Semuanya jalan darat. Hanya pulangnya saja terpaksa naik pesawat dari Medan menuju Jakarta. Sebetulnya saya malu sama ransel gembel dan celana kumel saya kalau naik pesawat :)
Backpacking gituloh. Tapi terpaksa, karena mengejar waktu. Jakarta - Surabaya baru jalan darat lagi, dan tentunya mampir mampir. Itu enaknya kalau jalan darat. Bisa berhenti mendadak dimana kita suka.
Mungkin saya lagi nggak beruntung mendapatkan angkutan kereta api. Bisa jadi karena bertepatan dengan musim liburan sehingga susah beli tiket KA. Beberapa kawan menyarankan untuk tidak menggunakan KA dalam perjalanan Lampung - Palembang karena rawan. Apalagi saya sendirian, perempuan pula. Jadi bingung, gimana sebetulnya kondisi KA disana? Apa betul banyak begal didalam gerbong KA?
Terima kasih
Evia
Dear Evia,
mungkin ada benarnya teman anda, kalau tiket yang anda beli kelas Ekonomi, tapi saya sarankan anda beli yg kelas Bisnis. Kelas bisnis lebih teratur dan tertib, tp jangan terkejut bila kualitas kelas Bisnis Sumatera kurang lebih sama dengan kelas Ekonomi di Pulau Jawa.
Pengalaman saya ketika menggunakan kereta api dari Lampung ke Palembang pada malam hari aman2 saja, dan personil polisi-nya (saya ngga tanya, apakah petugas tersebut sengaja ditugaskan mengawal atau kebetulan sebagai penumpang).
Tp saran saya, bila anda punya waktu lebih, tak ada salahnya melakukan perjalanan pada siang hari dibanding malam, apalagi anda seorang wanita.
oke selamat ber-backpacking ria, salam backpacker dan terima kasih berkunjung kembali ke blog jejak backpacker. tks
makasih nhe...,,,, kebetulan pengen bgt ke palembang.......
bisa jadi pertimbangan gw kesana
rhanks
Dear Dean, semoga perjalanan anda ke Palembang menyenangkan. salam Backpacker u/ anda ya, tks
lagi hunting lokasi backpacker lanjutan neh....palembang salah satunya......makasih udah berbagi mas....
Mas Iman, semoga perjalanannya nanti ke Palembang menyenangkan. salam Jejak backpacker
numpang cari info tiket kereta palembang - lampung nih..
ada investasi properti yang bagus nih, kunjungi kami ya.
Post a Comment