Wednesday, January 27, 2010

Half Sumatera Journey (3), Palembang – Lubuklinggau - Bengkulu

Perjalanan dari Palembang menuju kota Bengkulu dilanjutkan melalui Lubuklinggau menggunakan kereta api. Karena pelayanan kereta api hanya sampai Lubuklinggau maka moda transportasi selanjutnya akan digunakan bus atau mobil travel menuju Bengkulu. Waktu tempuh dari kota Palembang menuju Lubuklinggau sekitar 8 jam perjalanan menggunakan kereta api.

Data Perjalaanan
Berangkat menggunakan kereta api Sindang Marga dari stasiun Kertapati Palembang pada malam hari, pukul 20.30 Wib dan tiba di stasiun Lubuklinggau pada pagi hari, pukul 04.30 Wib. Dari stasiun Lubuklinggau tersedia bus via curup atau mobil travel yang menuju kota Bengkulu dengan waktu tempuh sekitar 4 – 5 jam.

Angkutan umum di kota Bengkulu seperti Angkot dan ojek motor (tarif angkot sekitar Rp 1500 – 2000)

Wisata kota Bengkulu yang dikunjungi
Kota Bengkulu. Kota bengkulu yang sekaligus merupakan ibu kota propinsi Bengkulu, terletak di pantai barat pulau Sumatera yang menghadap langsung ke Samudera Hindia. Letak kota Bengkulu yang tidak berada pada lintasan trans Sumatera menjadikan suasana kota ini lebih tenang dibandingkan dengan ibu kota propinsi pada umumnya. Kota ini memiliki tempat-tempat menarik yang bernilai sejarah tinggi seperti Benteng Marlborough yang merupakan benteng peninggalan Inggris dan Rumah Pengasingan Bung Karno. Selain wisata sejarah, kota Bengkulu memiliki tempat wisata seperti Pantai Panjang, Danau Dendam Tak Sudah, dan tempat wisata lainnya.

Benteng Marlborough. Benteng Marlborough merupakan benteng peninggalan kolonial Inggris terbesar di kawasan asia. Letak benteng menghadap ke arah selatan yang meliputi seluas area 31,5 Ha. Benteng Marlborough dibangun berbentuk kura-kura pada tahun 1714 – 1719 di bawah pimpinan Gubernur Joseph Collet. Pada masa penjahahan Belanda, Ir. Soekarno pernah menghuni salah satu ruangan di benteng Marlborough ketika menjalani hukuman buangan dari pemerintah kolonial Belanda.

Pantai Panjang. Pantai yang membentang sepanjang 7 km dengan potensi pasir putih dan di sepanjang pantai ditumbuhi oleh pohon cemara laut. Pantai Panjang terletak sekitar 2 – 3 km dari pusat kota Bengkulu.

Rumah pengasingan Bung Karno. Pada masa penjajahan Belanda, Ir. Soekarno pernah diasingkan ke Bengkulu pada tahun 1938 sampai dengan 1942. Bekas rumah kediaman Bung Karno ini masih menyimpan buku-buku, sepeda, tempat tidur serta foto-foto semasa perjuangan Ir. Soekarno. Rumah tempat pengasingan terletak di Jalan Soekarno Hatta Kelurahan Anggut Atas.

Masjid Agung At - Taqwa Bengkulu. Masjid Agung At – Taqwa Bengkulu dibangun pada tahun 1988 dengan gaya arsitektur perpaduan antara tradisional Indonesia dan Turki. Lokasi Masjid Agung berdekatan dengan rumah pengasingan Bung Karno di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Anggut Atas, kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu.

Tips dan Riview Jejak Backpacker
Kereta api Palembang
Lubuklinggau. Karena rencananya petualangan akan dilanjutkan ke kota Bengkulu, maka setibanya di stasiun Kertapati Palembang yang dilakukan pertama kali adalah membeli tiket kereta malam sebelum jalan-jalan di kota Palembang. Tidak ada pelayanan kereta api dari Palembang menuju Bengkulu, hal tersebut kemungkinan disebabkan oleh kondisi geografis kota Bengkulu yang berada didekat pegunungan dan laut. Pelayanan kereta api hanya sampai ke Lubuklinggau dan dilanjutkan dengan bus atau mobil travel ke Bengkulu.

Transportasi Lubuklinggau – Bengkulu. Dari kota Lubuklinggau dapat dilanjutkan dengan bus atau mobil travel menuju Bengkulu. Bila sesuai dengan jadwal maka kereta akan tiba di Lubuklinggau pada pagi hari antara pukul 04.00 – 05.00 Wib. Di stasiun Lubuklinggau banyak bus atau angkot yang menawarkan tujuan kota Bengkulu via Curup, tetapi tawaran tersebut tidak diterima karena atas informasi seorang kenalan di kereta bahwa ada bus atau mobil travel yang langsung menuju kota Bengkulu.

Pucuk dicinta ulam tiba, ada seorang Bapak yang menawarkan mobil travel ke Bengkulu dengan ongkos Rp 60 ribu, ditawar Rp 40 ribu, Bapaknya mau dengan satu syarat, saya harus berjalan sekitar tiga puluh meter dari gerbang stasiun supaya sopirnya tidak dipungut biaya preman sekitar Rp. 5 ribu, saya ikut saja dan menunggu dia didepan warung dekat stasiun. Pemilik mobil travel ini memiliki usaha tour & travel di kota Lubuklinggau yang menjual tiket pesawat sekaligus menyediakan jasa pengantaran ke bandara.

Warga Lubuklinggau yang akan melakukan penerbangan harus ke kota Bengkulu, karena di Lubuklinggau sendiri tidak terdapat lapangan terbang (bandara). Seringkali calon penumpangnya hanya beberapa orang saja untuk tujuan Bengkulu, jadi dia mencari tambahan penumpang ke stasiun kereta Lubuklinggau. Waktu tempuh perjalanan dari Lubuklinggau ke kota Bengkulu sekitar 4 – 5 jam yang melewati pedesaan, perladangan dengan kontur tanah perbukitan, serta kawasan hutan dengan pegunungan saat semakin mendekati kawasan kota Bengkulu.

Losmen Gumay. Tiba di kota Bengkulu pada siang hari pukul 11.00 Wib, pemilik mobil travel merekomendasikan losmen Gumay sebagai tempat yang cukup nyaman dan murah sebagai tempat menginap. Karena pertimbangan peruntukkannya hanya sebagai tempat menyimpan ransel dan mandi sebelum melanjutkan perjalanan pada malam harinya, maka kepada petugas losmen dimintakan jenis kamar yang paling murah. Harga kamar penginapan yang paling murah di losmen ini sebesar Rp 50 ribu. Penjaga losmen tidak bersedia memberikan potongan harga walaupun sudah informasikan pemakaiannya hanya beberapa jam saja. Kondisi kamar agak berdebu, mungkin karena jarang ditempati tamu. Aliran air ke kamar mandi mati – hidup dan bak kamar mandi kurang bersih. Tidak direkomendasi untuk menginap, sebaiknya cari losmen atau penginapan lain yang lebih nyaman.

Kota Bengkulu berada di dekat laut. Seperti umumnya kota lain atau tempat yang berada didekat laut maka cuacanya akan berhawa panas. Bila anda sedang berkeliling menjelajahi kota ini, disarankan menggunakan pakaian berbahan katun (lembut) yang menyerap keringat dan lindungi kepala dari sengatan matahari dengan topi atau payung.

Angkot kota Bengkulu. Walaupun angkot dikota Bengkulu sudah memiliki jalur yang tetap, tetapi si sopir angkot dapat saja mengubah jalur tetapnya bila beranggapan bahwa penumpang tidak ada yang akan melewati jalur tersebut. Jadi kalau anda hendak menuju Benteng Marlborough maka tidak ada salahnya menyampaikannya ke sopir angkotnya. Lebih baik mengingatkannya daripada jalan-jalan tanpa arah yang pasti.

Perayaan Tabot. Perayaan ini merupakan kesenian khas masyarakat Bengkulu memperingati gugurnya Husein cucu Nabi Muhammad SAW di Padang Karbala ketika dicegat oleh 4000 pasukan Yazid bin Muawwiyah yang berhasrat menjadi khalifah. Tabot dibawa ke Bengkulu oleh bangsa India menggala yang tergabung dalam tentara Inggris pada tahun 1685. Perayaan Tabot dirayakan pada tanggal 1 sampai dengan 10 Muharram setiap tahun, yang diawali dengan acara mengambil tanah, tabot menjara, arak jari-jari, arak sorban, tabot besanding dan pada tanggal 10 Muharram dilaksanakan tabot tebuang di Karbala, yang jaraknya 3,5 km dari pusat Kota Bengkulu. Pada saat berkunjung ke kota Bengkulu perayaan Tabotnya sudah dilaksanakan beberapa minggu sebelumnya. Kunjungan berikutnya ke Bengkulu direncanakan untuk melihat perayaan Tabot dan kalau memungkinkan sekaligus melihat mekarnya bunga Raflesia Arnoldii.

Bunga Raflesia Arnoldii. Bunga Raflesia Arnoldii berukuran raksasa penyebarannya disebutkan berada di pulau Sumatera dengan pusat penyebaran di daerah Bengkulu. Bunga Raflesia Arnoldii dikenal juga dengan nama bunga bangkai atau Amorphophallus titanium. Bunga Raflesia Arnoldii dinamai demikian karena ketika bunga mekar, bunga mengeluarkan bau busuk yang menarik minat serangga seperti lalat untuk hinggap pada bunganya sehingga terjadi penyerbukan. Tidak setiap saat dapat melihat bunga Raflesia Arnoldii mekar, tetapi tergantung pada musimnya. Menurut penduduk lokal, bunga bangkai muncul sekitar satu atau dua tahun sekali. Pada saat berkunjung ke kota Bengkulu, jejak backpacker belum beruntung untuk dapat melihat bunga bangkai. Mungkin kunjungan jejak backpacker berikutnya ke Bengkulu khusus untuk melihat bunga Raflesia Arnoldii dan perayaan Tabot.

Jadwal keberangkatan bus Bengkulu – Padang. Sambil berjalan-jalan mengunjungi tempat-tempat wisata di kota Bengkulu, saya juga berusaha mencari tiket bus yang akan berangkat pada malam harinya menuju kota Padang. Ketika mendatangi salah satu perusahaan bus yang menuju kota Padang diperoleh informasi bahwa bus dari Bengkulu umumnya berangkat sebelum jam 13.00 Wib siang dan tidak ada keberangkatan pada malam hari.

Jalur Trans Sumatera. Berbeda dengan Lubuklinggau yang berada pada jalur trans Sumatera yang dilalui banyak kendaraan dari dan ke pulau Jawa, maka tidak demikian halnya dengan kota Bengkulu. Oleh karenanya sarana transportasinya tidak sebanyak kota propinsi lainnya. Bila sedang berkunjung ke kota Bengkulu disarankan menginap satu malam sebelum meneruskan besok harinya ke tujuan lain.

Bus Fa. Habeco di Bengkulu. Karena tipe perjalanan ini direncanakan berangkat pada malam hari menuju kota berikutnya, namun karena keterbatasan sarana transportasi maka rencana tersebut terancam gagal. Saat berada diatas angkot ketika hendak pulang ke losmen, salah satu penumpang angkot memberikan informasi bahwa masih ada bus ekonomi berukuran sedang (ukuran 3/4) bernama Fa. Habeco tujuan kota Padang (bus Fa. Habeco kira-kira seukuran Metromini/Kopaja di Jakarta atau seukuran Sinabung Jaya/Sutra/Borneo di Medan yang menuju tempat wisata kota Berastagi/Kabanjahe).

Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan mencarter angkot seharga Rp 15 ribu menuju penginapan Gumay untuk mengambil ransel. Alasan mencarter angkot dikarenakan jadwal keberangkatan bus Fa. Habeco pada pukul 16.00 Wib sementara jam sudah menunjukkan pukul 15.30an.

Akhirnya perjalanan dari kota Bengkulu dengan bus Fa. Habeco menuju kota Padang segera dimulai. Perkiraan waktu tempuh dari kota Bengkulu ke kota Padang menurut penumpang bus Fa. Habeco sekitar 14 – 16 jam, tetapi kenyataan berkata lain, bus Fa. Habeco menghabiskan waktu sekitar 23 Jam (hampir satu hari satu malam) mencapai kota Padang. Catatan perjalanan dari kota Bengkulu menuju kota Padang dengan bus Fa. Habeco dapat dibaca pada tulisan Half Sumatera Journey (4), Bengkulu – Padang - Bukittingi.

Pengeluaran
Tiket kereta api kelas bisnis Sindang Marga Rp 54.500, mobil travel dari Lubuklinggau ke Bengkulu Rp. 40 ribu, Losmen Gumay Rp. 50 ribu, makan (sarapan, siang) Rp. 20 ribu, carter angkot Rp 15 ribu, ongkos angkot dan minuman Rp. 25 ribu. Total pengeluaran Half Sumatera Journey (3), Palembang – Lubuklinggau - Bengkulu sebesar Rp. 204.500,-

Catatan Backpacker ini berlanjut ke Half Sumatera Journey (4), Bengkulu – Padang - Bukittingi

4 komentar:

Anonymous said...

mw nanya nih !

losmen nya bisa untuk berapa orang ?

Ruben Sukatendel si Jejak Backpacker said...

losmen nya bisa untuk 2 atau 3 orang

Anonymous said...

Perjalanan Bangkulu - Lubuklinggau kondisi jalan seperti apa, melelahkan atau mengasyikkan kah ?
Kita ada rencana ke Lubuk linggau via Bengkulu (bandara Padang Kemiling) mohon infonya.

Ruben Sukatendel si Jejak Backpacker said...

kondisi jalan cukup baik dan menyenangkan