Wednesday, January 20, 2010

Half Sumatera Journey by Jejak Backpacker

Perjalanan Jejak Backpaker ke pulau Sumatera dilakukan pada tanggal 6 – 12 Februari 2008. Perjalanan ini dilakukan seorang diri (solo/independent Backpacker) yang dimulai dari Jakarta dan melewati tempat – tempat wisata di kota Bandar Lampung, Palembang, Bengkulu, Padang, dan Bukittinggi.

Half Sumatera Journey bercerita pengalaman saat berkunjung ke tempat wisata yang berada didalam atau disekitar kota. Selain tempat wisata, banyak kesan dan pengalaman ketika berinteraksi dengan penduduk setempat, tak terkecuali perilaku supir angkot disuatu kota.

Half Sumatera Journey dijalani selama 7 hari dan 6 malam. Perjalanan dimulai sore hari setelah pulang kantor. Dari kawasan Sudirman di Jakarta menuju stasiun Gambir menggunakan angkutan umum (Metromini 15 jurusan Setia Budi – Gambir – Senen). Tiba di stasiun Gambir sekitar pukul 18.30 Wib dan langsung menuju loket penjualan tiket bus Damri menuju Bandar Lampung. Lokasi penjualan tiket berada diluar dan diujung gedung stasiun bila masuk dari arah kedutaan besar Amerika Serikat. Jenis bus Damri yang tersedia pada trayek Jakarta – Bandar lampung adalah kelas bisnis dan eksekutif dan yang membedakan kedua jenis bus ini adalah ketersediaan toilet. Pada bus kelas eksekutif tersedia toilet bagi penumpangnya sedangkan pada bus bisnis tidak tersedia.

Perjalanan dari Jakarta menuju Bandar Lampung menggunakan bus Damri kelas bisnis. Perjalanan dimulai pukul 22.00 Wib dan tiba di kota Bandar Lampung pada pukul 06.00 Wib. Setelah tiba di Pelabuhan Merak, bus akan menggunakan jasa kapal penyebrangan untuk menyebrangi selat Sunda menuju Pulau Sumatera. Penumpang dapat turun dari bus bila berniat berjalan-jalan di atas kapal, tetapi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diharapkan maka jangan meninggalkan barang berharga ketika keluar dari bus. Kesan saat menjalani malam pada bus Damri kelas bisnis ini cukup nyaman dan aman. Kualitas kenyamanannya mirip dengan Kereta api Taksaka jurusan JakartaYogyakarta.

Ketika tiba pagi hari di stasiun kereta api Bandar lampung, target pertama yang akan dilakukan diantaranya sarapan dan membeli tiket kereta api malam tujuan kota Palembang. Penjualan tiket kereta api dilakukan oleh agen-agen yang membuka loket di luar kawasan stasiun. Akhirnya, tiket kereta api Sriwijaya II kelas bisnis sudah ditangan dan akan berangkat pada pukul 21.00 Wib. Sisa waktu sekitar 10 – 12 jam digunakan untuk menjelajahi tempat wisata disekitar kota Bandar Lampung. Catatan lengkap perjalanan di kota Lampung ini akan diceritakan pada tulisan “Half Sumatera Journey (1), Jakarta – Bandar Lampung”.

Setelah seharian menjelajahi tempat-tempat menarik disekitar kota Lampung, akhirnya pada pukul 21.00 Wib perjalanan dilanjutkan menuju kota Palembang menggunakan Kereta api Sriwijaya II kelas bisnis. Kualitas dan fasilitas kelas bisnis kereta api di Sumatera kurang lebih sama dengan kualitas kelas ekonomi di pulau Jawa, hal tersebut kemungkinan disebabkan oleh padatnya konsentrasi penduduk di pulau Jawa sehingga kebutuhan akan sarana kereta api sangat tinggi. Mata tidak dapat terpejam, tetapi kondisi fisik yang lelah dan capek berkeliling seharian di kota Lampung, akhirnya saat menjelang subuh dapat tertidur beberapa jam. Pada pukul 06.00 Wib pagi kereta api Sriwijaya II tiba di stasiun kereta Kertapati di Palembang.

Perjalanan rencananya akan dilanjutkan ke Bengkulu pada malam harinya, maka target pertama yang dicari adalah tiket kereta api malam tujuan Bengkulu. Ternyata pelayanan kereta api menuju Bengkulu tidak ada dan kota terdekat dari Bengkulu yang dapat ditempuh kereta api adalah kota Lubuklinggau. Informasi yang diterima dari petugas di stasiun bahwa pihak stasiun tidak melakukan penjualan tiket, tetapi yang melakukannya adalah para agen.

Berbeda dengan agen tiket di stasiun Lampung yang berada di sekitar area stasiun, agen tiket kereta di Palembang berada jauh dari stasiun (keadaan ini update pada bulan Februari 2008, mungkin sekarang sudah berubah). Petugas stasiun memberikan informasi agen tiket diantaranya CV. Sahabat telp. (0711) 512999, CV. Grawindo telp.(0711) 317789 (dekat RS. Ceritas), Savari Mulia telp. (0711) 313191. Untuk mencapai agen tiket CV. Sahabat maka dari stasiun Kertapati naik angkot atau bus yang kearah jembatan Ampera. Mintakan ke si sopir agar diturunkan di depan tugu keluarga berencana (KB) di jalan Ahmad Yani, kantor agennya persis diseberang tugu.

Setelah urusan tiket kereta menuju Lubuklinggau didapat maka penjelajahan tempat-tempat wisata di Palembang segera dimulai. Catatan tentang perjalanan mengunjungi tempat-tempat menarik di Palembang akan diuraikan pada Half Sumatera Journey (2), Bandar Lampung – Palembang.

Setelah seharian menjelajahi tempat wisata kota Palembang yang dominan berada disepanjang aliran sungai Musi, maka malam harinya perjalanan akan dilanjutkan ke daerah Bengkulu melalui Lubuklinggau. Dari stasiun Kertapati di Palembang, perjalanan dimulai pada pukul 20.30 Wib menggunakan kereta api Sindang Marga kelas bisnis. Kondisi kelas bisnis kereta api Sindang Marga kurang lebih sama dengan kereta api Sriwijaya II dan pada saat berhenti pada stasiun – stasiun tertentu maka para pedagang asongan bebas menjajakan dagangannya keatas kereta. Hati-hati terhadap barang berharga ketika melakukan perjalanan seperti ini. Pada saat melakukan perjalanan ini, semua barang-barang berharga saya simpan pada satu tas ransel berukuran sedang dan didekapkan didada ketika tidur. Karena kondisi kereta api yang kurang nyaman akhirnya hanya dapat tertidur beberapa jam saja saat menuju Lubuklinggau.

Kereta api Sindang Marga tiba di stasiun Lubuklinggau pada pukul 04.30 Wib subuh. Saat turun di stasiun ini ada yang menawarkan jasa mobil travel yang menuju kota Bengkulu. Mobil travel ini membawa warga Lubuklinggau yang akan melakukan penerbangan melalui Bandar udara di kota Bengkulu. Bila kapasitas mobil tidak terisi penuh biasanya si sopir mencari penumpang tambahan ke stasiun. Bila menggunakan jasa mobil travel ini, lakukan tawar menawar agar ongkosnya bisa lebih murah, biasanya sopirnya mau, tetapi anda harus berjalan kaki keluar dari stasiun supaya preman setempat tidak minta jatah kepada si sopir.

Waktu tempuh perjalanan dari Lubuklinggau ke kota Bengkulu sekitar 4 – 5 jam yang melewati pedesaan, perladangan dengan kontur tanah perbukitan, serta kawasan hutan dengan pegunungan saat semakin mendekati kawasan kota Bengkulu. Tiba di kota Bengkulu pukul 11.00 Wib siang, si sopir merekomendasikan losmen Gumay sebagai tempat yang murah untuk tempat beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke Bukittinggi pada malam harinya. Setelah menyimpan ransel di losmen, perjalanan mengunjungi tempat wisata di sekitar kota Bengkulu segera dimulai. Catatan perjalanan saat berkunjung ke tempat menarik di kota Bengkulu akan diuraikan pada Half Sumatera Journey (3), Palembang – Lubuklinggau - Bengkulu.

Sambil berjalan-jalan di tempat wisata di kota Bengkulu saya juga berusaha mencari tiket bus yang akan berangkat pada malam harinya menuju kota Padang. Ketika mendatangi salah satu perusahaan bus yang menuju kota Padang diperoleh informasi bahwa bus dari Bengkulu tidak ada yang berangkat pada malam hari. Umunya bus dari Bengkulu tujuan Padang akan berangkat sebelum jam 13.00 Wib siang hal ini mungkin dikarenakan sering terjadi tindak kejahatan pada malam hari? (hal ini hanya dugaan pribadi). Kelemahan kota Bengkulu dari segi transportasi darat dikarenakan posisinya yang tidak dilalui jalur trans Sumatera seperti kota Lubuklinggau. Atas hasil percakapan sesama penumpang didalam angkot diperoleh informasi bahwa ada bus ekonomi berukuran kecil ( kira-kira seukuran Metromini/Kopaja di Jakarta atau seukuran Sinabung Jaya/Sutra/Borneo di Medan yang menuju Berastagi/Kabanjahe) bernama Fa. Habeco yang berpangkalan di jalan Bali Bengkulu.

Bus Fa. Habeco diinformasikan berangkat pada pukul 16.00 Wib dan perkiraan tiba di kota Padang pada pagi hari pada pukul 06.00 – 08.00 Wib atau waktu tempuh sekitar 14 – 16 jam, tetapi kenyataannya baru tiba di kota Padang pada pukul 15.00 Wib sore atau waktu tempuh sekitar 23 jam (sungguh terlalu…..). Kondisi didalam bus Fa. Habeco jauh dari unsur kenyaman, selain jarak antar kursi yang terlalu rapat, penumpang juga bebas merokok. Selama 23 jam dalam perjalanan dengan bus ini, hampir tidak pernah dapat tertidur dengan nyaman selama lebih dari 1 jam. Jangankan untuk tidur, untuk dapat duduk dengan nyaman saja membutuhkan perjuangan dan doa hehehe..... Catatan perjalanan tentang perjalanan ini akan diuraikan pada tulisan Half Sumatera Journey (4), Bengkulu – Padang - Bukittingi.

Setelah tiba pada sore hari di kota Padang, perjalanan segera dilanjutkan ke kota Bukittingi. Tiba di Simpang Jambu Air Bukittinggi pada pukul 18.00 Wib, dari tempat ini dilanjutkan dengan naik angkot ke daerah pasar bawah dan minta diturunkan di hotel Jogya. Hotel ini berjarak sekitar 100 – 200 meter dari Jam Gadang dan terletak dibawah lokasi wisata tersebut. Rencananya selama 2 hari kedepan akan berkunjung ke tempat-tempat wisata disekitar kota Bukittinggi, menikmati kulinernya, dan istirahat dengan nyaman di hotel Jogya. Jenis kamar yang diambil di hotel Jogya merupakan kelas ekonomi alias kelas bagi kaum Backpacker. Walaupun kelas ekonomi dan usia hotel sudah agak tua, tetapi tingkat kenyamanan cukup memadai. Cukup banyak pengalaman menarik saat berkunjung ke kota Bukittinggi.

Setelah berada dua hari di kota Bukittinggi, akhirnya tibalah waktunya untuk pulang ke Jakarta. Pagi harinya di hari ketujuh perjalanan, berangkat dari Bukittingi menuju kota Padang menggunakan mobil travel (mobil ini sejenis mobil "omprengan" di Jakarta yang membawa para pekerja dari daerah Bekasi, dll) dari sekitar simpang Jambu air Bukittinggi. Alat transportasi yang digunakan untuk pulang dari Padang ke Jakarta adalah penerbangan murah (Low Cost Carrier) Air Asia. Karena waktu kepulangan ke Jakarta pada malam hari, maka ada kesempatan untuk terlebih dahulu berkunjung ke tempat-tempat wisata di kota Padang dan sekitarnya. Catatan perjalanan tentang perjalanan ini akan diuraikan pada tulisan Half Sumatera Journey (5), Bukittingi – PadangJakarta.

Untuk setiap uraian dari catatan perjalanan Half Sumatera Journey akan mencoba mencantumkan jumlah pengeluaran pada setiap perjalanan ala Backpacker ini. Armada transportasi yang digunakan dalam Half Sumatera Journey diantaranya angkutan umum (angkot), ojek motor, ojek air (perahu), bus, kereta api, dan pesawat terbang penerbangan murah (Low Cost Carrier) Air Asia.

Half Sumatera Journey by Jejak Backpacker dibagi dalam lima tulisan berikut ini,

6 komentar:

liquidos said...

Benerbener perjalanan yang asik,.. kalo ke lampung, akan saya ajak jalan ke Negeri Kelumbayan, trip yg cukup adventurir om : kira2 lokasi nya di sini http://www.facebook.com/media/set/?set=a.2040312203037.2121978.1101260562

Ruben Sukatendel si Jejak Backpacker said...

tks info nya

Anonymous said...

gan tips supaya aman pakai bis lintas sumatra gmn gan?
ane bawa cewek soalnya
makasih

Ruben Sukatendel si Jejak Backpacker said...

kalau anda melakukan perjalanan wisata dengan bus di lintas Sumatera, usahakan perjalanan pada siang hari

ade said...

halo mas ruben,

jujur saya juga seorang pejalan yang suka membagi tips, rute dan harga perjalanan karena saya tau itu yang sangat dibutuhkan pejalan lainnya daripada hanya sekedar pamer foto dan cerita.
saya sangat terinspirasi dengan tulisan2 anda dan rencana libur kuliah nanti saya mau trip ke sumatera.
mohon info kalo mas pernah sampai ke aceh dan nias.
terima kasih tulisannya benar2 membantu saya.

lets travelling and keep posting !!

Ruben Sukatendel si Jejak Backpacker said...

Dear Ade,

Terima kasih sudah mampir dan berkenan dengan tulisannya. Jujur, tulisan diblog ini masih sedikit dibandingkan dengan perjalanan yg sudah dilakukan, hanya karena kesibukan kerja, banyak data2 perjalanan yg akhirnya tidak diketahui orang lain. mudah2an kedepannya dapat segera ditulis minimal beberapa dari tempat eksotis yg masih jarang ditulis orang seperti Nias dan Toraja. semoga ya :)

NIAS,

Pulau ini berada di Samudra Hindia dan salah satu bagian dari propinsi Sumatera Utara (SUMUT).

Cara menuju pulau Nias dapat dengan 2 cara, pertama dengan pesawat kecil dari Polonia Medan ke Gunung Sitoli (Ibukota kabupaten Nias). Kedua, jalan darat dari Medan ke Sibolga dan dilanjutkan dengan naik kapal ke Gunung Sitoli. pada saat berpetulang sendiri ke Nias, saya mengambil alternatif kedua karena saya juga dapat mencicipi kuliner di Sibolga sekaligus mendatangi tempat2 wisatanya seperti :"tangga seratus", "pulau poncan" dll. kalau anda berniat mengikuti jejak saya, dari medan gunakan mobil2 Travel (Mobil pribadi mereka desain menjadi mobil penumpang) yg tujuan ke Sibolga banyak berada di Jalan Sisingamangaraja atau dekat2 terminal Amplas. ambil perjalanan malam hari karena waktu tempuh sekitar 8 - 10 jam ke Sibolga (anda ngga perlu nginap di motel atau hotel lagi kan). pagi2 anda tiba di Sibolga dan segera ke Pelabuhan, alternatif kapal jg ada dua, sekarang sudah ada kapal cepat yg berangkat sekitar jam 10 - 1 siang (sekitar 4 Jam ke Nias) bandingkan dengan kapal malam (sekitar 10 -12 jam)

kalau anda menggunakan alternatif pertama waktu tempuh hanya sekitar satu jam dari Medan.

Jangan menginap di Gunung Sitoli (kecuali hari terakhir) karena ngga banyak yg menarik disana selain Musuem Pusaka Nias. Menginaplah di Pantai Sorake dan sekitarnya (TELUK DALAM). banyak transportasi dari pelabuhan NIas ke Teluk dalam dari pelabuhan Gunung Sitoli dengan waktu tempuh sekitar 3 - 4 jam.

transportasi di pulau ini tergolong minim dan harga2 cenderung lebih mahal dibandingkan dengan di Medan. usahakan dapat menyewa sepeda motor dari penduduk setempat. di pantai Sorake banyak penginapan murah, hotel mahal malahan udah mau bangkrut (update 2008)


ACEH,
Aceh merupakan Destinasi menarik yang kurang publikasi. banyak faktor yang mengkondisikan daerah ini seperti itu, salah satunya mungkin pengaruh Gerakan Aceh Merdeka (GAM) beberapa waktu lalu. sekarang daerah ini sudah aman dan sedang giat membangun mengejar ketinggalannya dari propinsi lain.

dari Jakarta, Aceh (Banda Aceh)dapat ditempuh dengan penerbangan Garuda via Medan. atau anda mecari penerbangan Murah ke Medan dan meneruskannya dengan bus ke Aceh. banyak bus dari Medan ke Banda aceh (pusat stasiunnya di Jalan Gajah Mada Medan)

kalau anda petualang sejati dan menyukai alam jangan ambil rute yg ke Banda Aceh, tapi ambil rute yg ke Kuta cane (bule2 banyak yg ambil rute ini) stasiun bus biasanya ada disekitar padang bulan Medan.

perbedaan rute ini, kalau rute Banda Aceh destinasinya mengenai bangunan (masjid raya), laut, dll

rute Kuta cane (Kota cane) destinasinya alam seperti hutan (Gunung Lauser), sungai (sungai alas)

semoga dapat membantu perjalanan anda. terima kasih