Sunday, February 7, 2010

Bus Fa Habeco, Kota Bengkulu – Padang

Pengalaman naik bus Fa Habeco dari kota Bengkulu ke kota Padang dijalani ketika melakukan perjalanan Half Sumatera Journey by Jejak Backpacker tanggal 9 Februari 2008

Sambil berkunjung di tempat-tempat menarik di kota Bengkulu, saya juga berusaha mencari tiket bus yang akan berangkat pada malam harinya menuju kota Padang. Ketika mendatangi salah satu perusahaan bus yang menuju kota Padang diperoleh informasi bahwa bus dari Bengkulu umumnya berangkat sebelum jam 13.00 Wib siang dan tidak ada keberangkatan pada malam hari.

Karena tipe perjalanan Half Sumatera Journey by Jejak Backpacker ini direncanakan berangkat pada malam hari menuju kota berikutnya, namun karena keterbatasan sarana transportasi maka rencana tersebut terancam gagal. Saat berada diatas angkot ketika hendak pulang ke losmen, salah satu penumpang angkot memberikan informasi bahwa masih ada bus ekonomi berukuran sedang bernama Fa. Habeco tujuan kota Padang (bus Fa Habeco kira-kira seukuran Metromini/Kopaja di Jakarta atau seukuran bus Sinabung Jaya/Sutra/Borneo di Medan yang menuju tempat wisata kota Berastagi/Kabanjahe).

Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan mencarter angkot seharga Rp 15 ribu menuju penginapan Gumay di Bengkulu untuk mengambil ransel. Alasan mencarter angkot dikarenakan jadwal keberangkatan bus Fa Habeco pada pukul 16.00 Wib sementara jam sudah menunjukkan pukul 15.30an.

Akhirnya perjalanan dari kota Bengkulu dengan bus Fa. Habeco menuju kota Padang segera dimulai. Perkiraan waktu tempuh dari kota Bengkulu ke kota Padang menurut penumpang bus Fa Habeco sekitar 14 – 16 jam, tetapi kenyataan berkata lain, bus Fa. Habeco ternyata menghabiskan waktu sekitar 23 Jam (hampir satu hari satu malam) untuk mencapai kota Padang. Sungguh terlalu.....

Bus Fa Habeco menjalani rute Bengkulu - Ipuh - Mukomuko - Tapan - Indrapura - Air Haji - Painan - Padang. Pada saat melakukan perjalanan Half Sumatera Journey by Jejak Backpacker ini, ongkos bus Bengkulu – Padang sebesar Rp 90 ribu. Bus berangkat pukul 16.00 an sore melalui rute pesisir utara melewati pinggir laut pulau Sumatera yang menghadap ke Samudera Hindia.

Awal perjalanan dengan bus ini cukup menyenangkan dikarenakan melewati tepian laut pada sore hari dengan pemandangan sunset yang memanjakan mata. Dari percakapan dengan sesama penumpang diketahui bahwa dalam kondisi normal, perjalanan dengan bus ini akan tiba di kota Padang pagi hari sekitar pukul 06.00 – 08.00 Wib. Akan tetapi, hal-hal yang abnormal mulai muncul seperti dua jam setelah keberangkatan, ban bus yang kanan depan bocor. Ban tersebut diganti dengan ban cadangan yang secara kasat matapun dapat dilihat sudah kurang layak alias ban cadangannya sudah gundul.

Dua jam setelah ban pertama bocor, ban cadangan yang sebelumnya digunakan sebagai ban pengganti, mengalami kebocoran juga. Permasalahan besarnya adalah mereka tidak memiliki ban cadangan lain, hari sudah gelap, dan posisi kita semuanya berada dalam hutan kelapa sawit.

Khabar baiknya, untung ada rumah buruh kebun sawit didekat lokasi kebocoran ke dua, dan mau meminjamkan sepeda motornya untuk mencari tukang tambal ban ke desa terdekat atau sekitar 10an kilometer. Proses penambalan ban menelan waktu sekitar 3 - 4 jam.

Sambil menunggu perbaikan ban-nya bus, para penumpang duduk ditepi jalan raya diantara kerimbunan hutan sawit di daerah Bengkulu. Salah seorang penumpang yang terbiasa melewati jalur ini berkata; “untung ban bocor masih dipinggir kawasan hutan sawit, seandainya terjadi ditengah hutan sawit, menjelang tengah malam gini, ya…pasrah aja lah” (mungkin maksudnya ”banyak perampok ditengah hutan”) nyali saya rada ciut mendengar komentar penumpang tersebut.

Pernah mendengar dan membaca berita tentang kejadian-kejadian kriminal di tengah-tengah hutan Sumatera, membenarkan komentar si penumpang tersebut. Pelaku kriminalnya mungkin berpikiran bahwa para penumpang atau pengendara yang sedang melakukan perjalanan pastilah membawa barang-barang yang cukup berharga yang menjadi incaran mereka. Oleh karenanya, banyak pengguna jalan yang melintasi trans Sumatera menghentikan perjalanannya pada malam hari.

Syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, semuanya akhirnya aman dan terkendali. Menjelang subuh, bus ini berhenti sekitar 1.5 – 2 jam dan si supir tidur begitu saja, padahal supir mereka ada dua orang, tetapi kedua supir tersebut sepakat untuk tidur.

Pagi harinya, bus Fa Habeco melanjutkan perjalanannya kembali. Disepanjang perjalanan menuju kota Padang banyak penumpang yang naik dan turun diantara desa dijalur Bengkulu – Padang ini. Jadilah bus Fa Habeco seperti bus kota Kopaja/Metromini yang menaik dan nurunin penumpang disepanjang jalan.

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 08.00 Wib pagi, tapi tanda-tanda mendekati kota Padang sepertinya masih jauh entah dimana. Pada pukul 10.00 Wib terlihat tanda plang batu dipinggir jalan yang memberi informasi bahwa jarak kota Padang dari tempat ini sekitar 200 kilometer lagi. Kepala langsung pusing mengetahu jarak yang masih harus ditempuh dan ditambah kondisi bus yang “ngos-ngosan” saat melewati tanjakan perbukitan ditepi laut. Puncaknya, sekitar 20an kilometer dari kota Padang atau tepatnya di sekitar pantai Bungus, ban bus Fa Habeco kembali bocor (bosan dah menceritakan ban bocor ini lagi).

Akhirnya perjalanan dari kota Bengkulu menuju kota Padang tiba sore hari pukul 15.00 Wib atau perjalanan dengan bus Fa Habeco menelan waktu sekitar 23 jam. Bila melakukan perjalanan di kota Bengkulu dan berencana melanjutkan perjalananan ke kota Padang, tidak disarankan menggunakan bus ini. Lebih bijaksana, bila memiliki waktu yang cukup, menginap satu malam di Bengkulu dan melanjutkan perjalanan keesokan harinya dengan bus yang lebih nyaman.

Berhubung tujuan akhirnya adalah kota Bukittinggi maka setelah tiba di suatu tempat di kota Padang (nggak tahu nama lokasinya), langsung naik angkot menuju kantor mobil travel Tranex Mandiri menuju Bukittingi. Tiba di kota Bukittingi pada sore hari pukul 18.00 Wib dan langsung menuju penginapan di daerah Pasar bawah.

2 komentar:

Defrimon said...

saran saya, kalau ada perjalanan dari bengkulu ke padang atau sebaliknya lebih baik gunakan bus besar seperti SAN. bus nya tepat waktu, nyaman dan gak ada masalah.

Ruben Sukatendel si Jejak Backpacker said...

Dear Defrimon, terima kasih atas saran anda. pada saat melakukan perjalanan ini, kebetulan semua bus besar sudah berangkat pada siang harinya menuju Padang.

Mudah2an u/ saat ini sudah ada bus besar pada sore hari dari Bengkulu menuju Padang.

salam backpacker.