Friday, February 5, 2010

Half Sumatera Journey (5), Bukittinggi – Padang - Jakarta

Setelah dua hari beristirahat dan menikmati wisata kota Bukittinggi, akhirnya perjalanan Half Sumatera Journey by Jejak Backpacker ini akan berakhir. Banyak hal-hal menarik dan kesan yang baik saat berada di kota Bukittinggi. Kesan baik terhadap kota Bukittinggi bukan hanya karena tempat wisatanya yang indah atau kulinernya yang enak-enak, tapi juga karena keramahan dan perhatian orang-orang di kota ini.

Selama berada di kota Bukittinggi, hampir tidak pernah tertipu (ditipu) oleh sopir angkot dalam hal jumlah tarif (ongkos) walaupun mereka tahu saya seorang pendatang (wisatawan backpacker). Memang, nilai ongkos angkot hanyalah recehan, tetapi kalau dalam hal recehan saja orang tidak dapat dipercaya, bagaimana dengan hal yang lebih besar. Semoga karakter baik yang sudah ada dapat dipertahankan seterusnya agar wisatawan yang datang ke Bukittinggi betah berlama-lama menikmati wisata Bukittinggi.
Data Perjalanan
Berangkat dengan mobil travel dari sekitar simpang Jambu Air di Bukittingi pada tanggal 12 Februari 2008, pagi hari pukul 08.00 Wib. Tiba di kota Padang dan turun di jalan Damar (depan Gramedia) pada pukul 09.45 Wib.
Kepulangan dari Padang menuju Jakarta menggunakan penerbangan murah Air Asia pada tanggal 12 Februari 2008, malam hari pukul 21.45 Wib.
Angkutan umum di kota Padang seperti Angkot, ojek motor, taksi dan Andong (disekitar Pasar Raya Barat Padang) dan tarif rata-rata angkot sekitar Rp 2 ribu.
Wisata kota Padang yang dikunjungiKota Padang. Kota Padang merupakan ibukota bagi Propinsi Sumatera Barat dan berperan sebagai pintu gerbang wisata di wilayah Barat Pulau Sumatera. Sebagai kota pantai, suhu udaranya cukup panas berkisar 28,50 C – 31,50 C di siang hari dan 24.00 C – 25.50 C pada malam hari. Untuk menghindari sengatan matahari ketika berjalan-jalan di kota Padang, gunakan penutup kepala seperti topi atau payung dan gunakan pakaian yang menyerap keringat.

Museum Adityawarman. Lokasi museum berada di Jalan Diponegoro Padang. Arsitektur bangunan Museum Adityawarman berbentuk bangunan khas rumah Gadang Minangkabau. Pada halaman Museum Adityawarman terdapat miniatur Pedati dan Bendi serta pesawat peninggalan Perang Dunia II. Museum Adityawarman memiliki berbagai koleksi bersejarah, pakaian pengantin Minangkabau, patung, dan berbagai kerajinan tangan. Waktu berkunjung ke Museum Adityawarman adalah setiap hari, kecuali hari Senin, mulai pukul 08.00 – l6.00 Wib.
Taman Budaya. Lokasi taman budaya berdekatan dengan Museum Adityawarman di kota Padang. Aktivitas yang banyak dilakukan di taman budaya ini seperti kelompok belajar (sanggar) tari-tarian Sumatera Barat.
Masjid Nurul Iman dikota Padang. Masjid ini merupakan salah satu masjid yang menjadi kebanggaan bagi warga kota Padang karena keindahan arsitektur dan perjalanan sejarahnya yang panjang.

Pasar Raya Barat Padang. Pasar ini berada dipusat kota Padang yang selalu ramai dengan hilir mudik pengunjung. Jangan lewatkan kesempatan berkunjung ke pasar ini untuk melihat-lihat aktivitas penduduk setempat. Disekitar pasar raya barat Padang selalu ramai dan macet oleh angkot yang menunggu penumpang, juga terdapat jasa penyewaan andong.
Pantai Air Manis dan Legenda Malin kundang. Pantai Air Manis dapat ditempuh sekitar 30an menit dari pusat kota Padang. Ditepi pantai Air Manis terdapat relief batu Malin Kundang dan kapalnya yang hancur porak-poranda diterjang ombak. Legenda Malin Kundang merupakan cerita rakyat Sumatera Barat tentang seorang anak yang malu mengakui ibunya setelah menjadi kaya (sukses).
Tips dan Riview Jejak Backpacker
Perjalanan Padang – Bukittinggi – Padang.
Bila sedang melakukan perjalanan dari kota Padang ke Bukittingi atau sebaliknya, disarankan melakukannya pada pagi hingga sore hari, jangan malam hari. Karena sepanjang jalan terdapat banyak sekali objek-objek menarik yang dapat dinikmati seperti hamparan sawah dengan pohon kelapa, rumah penduduk dan aktivitas mereka, sungai, lembah atau ngarai, hutan, air terjun, dan suasana jalannya yang berkelok-kelok. Bila melakukan perjalanan pada malam hari maka semua pemandangan tersebut tidak dapat dinikmati.
Reputasi sopir angkot di kota Padang. Dibandingkan dengan sopir angkot di Bukittinggi, reputasi mental sopir angkot di Padang cukup buruk (banyak yang tidak jujur). Ongkos angkot di kota Padang umumnya sekitar Rp 2 ribu, tetapi bila mereka memperkirakan anda adalah pendatang (wisatawan), maka ongkos yang dibebankan bisa saja lebih mahal seribu perak dari yang seharusnya.
Sangat mudah bagi mereka untuk mengenali seseorang pendatang, hal tersebut dikarenakan mayoritas penduduk di kota Padang menggunakan bahasa Padang (Minang) sebagai bahasa pengantar dan pergaulan. Bagi mereka yang memang orang Minangkabau dan dapat berbahasa Minang hal tersebut tentunya tidak akan menjadi masalah.
Sebenarnya permasalahanya bukan jumlah ”seribu peraknya”, tetapi rasa ketidaknyamanan yang ditimbulkan karena perbuatan tersebut. Terkesan seolah-olah para pendatang (wisatawan) tidak tahu apa-apa sehingga dapat ditipu dengan mudah. Tidak jauh berbeda seperti anggapan sekelompok orang tentang bule-bule yang melakukan perjalanan di Indonesia, karena dia bule maka mereka tidak tahu standar harga dan kondisi suatu daerah. Padahal dalam kenyataanya, bisa saja bulenya lebih memahami kondisi daerah tersebut dibandingkan warga setempat. Hal tersebut dapat terjadi karena sebelum bepergian kesuatu tempat, mereka sudah membekali diri dengan informasi dari teman, internet, buku, majalah, dan lainnya.
Saran saat menggunakan angkot di kota Padang dengan membayar ongkos pas, misalkan langsung dikasih uang pas Rp 2 ribu. Presentase sebagai gambaran saat menggunakan jasa angkot dikota Padang adalah dari 5 kali naik angkot terjadi kecurangan 1 – 2 kali. Pengalaman yang dialami saat melakukan perjalanan ini, memang belum tentu dialami oleh pendatang lainnya, tapi tidak ada salahnya ada gambaran bagi mereka yang akan melakukan perjalanan ala backpacker ke kota ini.
Transportasi ke Pantai Air Manis. Naik angkot nomor 433 dari pasar raya barat Padang. Pesankan ke sopir angkotnya supaya diturunkan di simpang Pantai air manis. Jarak dari simpang pantai menuju Pantai air manis sekitar 6 – 7 kilometer melewati perbukitan dengan tanjakan yang cukup menantang. Banyak jasa ojek motor di simpang Pantai Air manis yang bersedia mengantar pengunjung ke pantai air manis. Tarif ojek motor sekitar Rp 7 ribu sekali jalan dan mereka bersedia menunggui pengunjung saat berjalan-jalan di pantai agar dapat kembali pulang bersama ke simpang pantai air manis.
Pada saat kepulangan mintakan berhenti di atas bukit untuk berphoto dengan latar belakang pantai air manis. Pada saat berkunjung ke Pantai air manis, sebelum memasuki desa di dekat pantai, biasanya ada sekelompok pemuda (Baca : PS = Pemuda Setempat) yang meminta uang tiket sebesar Rp 2 ribu. Jangan lewatkan melihat relief patung legenda anak durhaka "Malin Kundang" di tepi Pantai Air Manis.
Wisma Bhakti. Ketika berangkat dari Bukittinggi ke kota Padang, belum ada gambaran untuk mengambil penginapan didaerah mananya kota Padang, namun yang terpikir hanya dapat menemukan penginapan murah agar dapat menyimpan ransel sebelum berangkat ke Jakarta pada malam harinya.
Ketika kendaraan yang ditumpangi berhenti di jalan Damar kota Padang, persis didepan toko buku Gramedia, beberapa orang penumpang turun dan sayapun mengikuti mereka turun. Pada halte bus mencoba bertanya kepada beberapa orang tentang penginapan atau losmen yang murah disekitar tempat ini. Ada yang memberi saran ke wisma agak dibelakang jalan Damar, dekat hotel Jakarta. Saya cari wisma tersebut yang rupanya bernama Wisma Bhakti. Halaman wismanya cukup luas dan bersih, dengan bangunan bertingkat yang terawat dengan baik. Rate kamar termurah yang ditawarkan sebesar Rp 100 ribu per hari.
Melihat kondisi kamar Wisma Bhakti yang bersih dan apik, sebenarnya rate tersebut cukup pantas, tetapi karena tujuan menyewa kamar hanya untuk menyimpan tas ransel sampai pukul 19.00 Wib maka rate ini menjadi mahal bagi peruntukkannya.
Akhirnya, saya utarakan alasan tersebut kepada petugas wismanya yang bernama Mas Alim, dan dia berbaik hati meminjamkan kamarnya didepan wisma yang diperuntukkan bagi petugas wisma. Katanya, “sudahlah mas pake aja, bebas dah, mau mandi, tidur, silahkan saja”. Didalam hati, saya bersyukur dan bergumam, ”dijaman seperti ini, masih ada juga orang yang baik hati. Tawaran Mas Alim langsung diterima dan saya menyerahkan kartu tanda penduduk beserta kartu nama. Staf lainnya di wisma Bhakti bernama uda Dedy, beliau banyak memberi petunjuk cara mencapai tempat wisata di kota Padang. Terimakasih untuk Uda Dedy dan khususnya Mas Alim atas kebaikannya. Wisma Bhakti berada di Jalan Blk. Olo I No. 16 atau berdekatan dengan Hotel Jakarta di kota Padang..
Bus Damri dan Tranex Mandiri ke Bandara Minangkabau. Ada pelayanan bus Damri dan Tranex Mandiri dari kota Padang ke Bandara Minangkabau. Bila penerbangannya tidak pada malam hari maka dapat menggunakan armada ini untuk menghemat biaya.
Rute bus Damri Bandara di kota Padang sebagai berikut : Bandara – Jalan Hamka – Jalan S Parman – Jalan Veteran – Jalan Diponegoro – Jalan Bundokanduang – Jalan Pasar Ambacang – Jalan Naga – Jalan Imam Bonjol – Alunalun kota di Jalan Imam Bonjol. Ongkos bus Damri Bandara Minangkabau – kota Padang sekitar Rp 15 ribu.
Pada saat kepulangan ke Jakarta, jam keberangkatan pesawat sekitar jam 21.45 malam. Hal ini terjadi karena penerbangan Air Asia QZ7527, Padang-Cengkareng, tanggal 12 Feb 2008 delay beberapa kali. Pada saat pembelian tiket, jam keberangkatan seharusnya pukul 17.45 Wib.
Awalnya maksud pembelian tiket keberangkatan pada sore hari agar dapat menggunakan jasa armada Damri atau Tranex Mandiri ke Bandara Minangkabau dan setelah tiba di Bandara Cengkareng masih dapat menggunakan armada Damri ke Pasar Minggu.
Tapi jadwal Air Asia berkata lain, jadwal yang seharusnya pukul 17.45 Wib, dikonfirmasi melalui sms diubah menjadi pukul 20.30 Wib, dan dikonfirmasi lagi berubah menjadi pukul 21.45 Wib. Sisi positipnya, pihak Air Asia menginformasikan tentang delay tersebut sehingga tidak perlu menunggu lama di Bandara Minangkabau.
Pukul 19.30 Wib dari jalan Damar Padang, bertanya kepada sopir taksi tentang ongkos taksi ke Bandara Minangkabau dan mereka memberi harga sekitar Rp 80 – 90 ribu, ditawar Rp 60 ribu, akhirnya sepakat. Taksi di Padang tidak menggunakan argo meter untuk perhitungan ongkos, tetapi transaksi dilakukan dengan mekanisme tawar-menawar.
Tiba di bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng Jakarta pada pukul 23.30 Wib, otomatis Damri Bandara sudah tidak ada (pada saat perjalanan ini lakukan tahun 2008, pada jam tersebut, damri bandara memang sudah tidak ada. Update tahun 2010, Damri Bandara Soekarno-Hatta beroperasi sampai dengan sekitar pukul 23.30 Wib). Akhirnya, pulang ke rumah di daerah Kalibata Jakarta Selatan menggunakan taksi dengan beberapa orang (sharing ongkos taksi dengan 3 penumpang lain), masing-masing membayar ongkos taksi sebesar Rp 50 ribu.
Pengeluaran
Mobil travel Bukittingi – Padang Rp. 15 ribu, Biaya makan (pagi, siang dan malam) Rp 36 ribu, Ojek motor ke Pantai air manis (Rp 7 ribu sekali jalan, pulang-pergi Rp 14 ribu, plus tips 6 ribu) Rp 20 ribu, oleh-oleh keripik Balado Rp 36 ribu, Uang terimakasih kepada petugas Wisma Bhakti Rp 30 ribu.
Biaya lainnya (ongkos angkot, minuman, tiket tempat wisata) Rp 40 ribu, ongkos taksi ke Bandara Minangkabau Rp. 60 ribu, Tiket promo Air Asia Padang – Jakarta Rp 206 ribu, Airport tax Bandara Minangkabau Padang Rp 25 ribu, ongkos taksi dari Bandara Soekarno-Hatta ke Kalibata (sharing ber-empat) Rp 50 ribu. Total pengeluaran Half Sumatera Journey (5), Bukittinggi – Padang - Jakarta sebesar Rp 518.000,-

31 komentar:

Pulu Jinabun said...

Catatan Perjalanan ala Backpacker yang menarik, semoga jejak backpacker tetap berjaya

Ruben Sukatendel si Jejak Backpacker said...

u/ Pulu Jinabun, thanks atas kunjungannya dan salam backpacker.

made said...

sering2 lah datang ke padang,,,,
masih banyak tempat menarik lainnya yg sangat sayang untuk dilewatkan..
klo butuh bantuan, contact saya aja di ibfno6@ymail.com
dengan senang hati saya akan membantu

Ruben Sukatendel si Jejak Backpacker said...

Terima kasih Mas Made atas tawaran bantuanya, salam backpacker untuk anda. tks

Anonymous said...

hi, mau tanya, ada no telp wisma bhakti yang di padang?
thanks

Ruben Sukatendel si Jejak Backpacker said...

saya tidak memiliki lg no telpon wisma Bhakti, tp saya sedang bongkar2 arsip kartu nama, nanti kalau masih ada akan sy info-kan, tks dan salam backpacker

Anonymous said...

ok, thanks ya
mau tanya lagi, kalo dari bukittinggi ke danau toba transport nya bagaimana ya yg paling mudah?

Ruben Sukatendel si Jejak Backpacker said...
This comment has been removed by the author.
Ruben Sukatendel si Jejak Backpacker said...

Dear No Name (NN),

cara paling praktis menuju Danau toba dari Bukittinggi adalah dengan menggunakan Bus dari Jakarta yang melewati Padang/Bukittinggi tujuan Medan atau Banda Aceh.

Bus-bus trans Sumatera tersebut akan melewati pinggir Danau Toba yang tersohor itu. mintakan ke petugas bus-nya supaya anda diturunkan di kota kecil PARAPAT, kota ini persis berada dipinggir danau toba.

Anda bisa mencari hotel/motel dikota Parapat, tp sy sarankan anda menyeberang ke pulau Samosir dan menginap di desa TUK TUK. untuk mencapai desa tuk-tuk anda harus naik kapal dari dermaga Tiga Raja, jangan mau dari dermaga lain yang kapalnya menuju desa Tomok karena transportasi dari Tomok ke TUK TUK terbatas dan mahal. anda akan ditawari jasa ojek untuk mengantar ke TUK TUK, walaupun jaraknya hanya sekitar 4 - 6 Km tp ongkosnya lumayan mahal. lebih bagus naik kapal dari tiga raja langsung diantar ke hotel anda di tuk tuk, umumnya hotel/penginapan berada di tepi danau toba.

dikesempatan lain sy akan mengupdate perjalanan saya di Danau toba khususnya dan objek wisata Sumatera Utara umumnya. semoga membantu dan salam backpacker....

Anonymous said...

ooww gitu yah.
bus dari jakarta ke medan/banda aceh itu ada tiap hari kah?ada kira2 jam berapa dia biasanya lewat? kita tunggu nya di terminalnya gitu?

terus dari kota parapat sampe dermaga tiga raja itu jauh kah?bisa dicapai dengan jalan kaki, atau dengan angkot gitu?

duh sori yak nanya mulu heheeh
thanks

Ruben Sukatendel si Jejak Backpacker said...
This comment has been removed by the author.
Ruben Sukatendel si Jejak Backpacker said...

Dear No Name (NN),

saya sendiri belum pernah naik bus dari Padang/Bukittingi ke Medan, walaupun sebenarnya Sumatera Utara merupakan kampung halaman saya.

Kemaren saya sempatkan mencari informasi ke ybs ini (nemu di google),

KARONA TOUR & TRAVEL images, Kami menyediakan jasa Private Shutttle (Khusus Drop Off) ... Sutoyo No.32 Cililitan-Jakarta Timur. Telp. 021 33024786 ( ALI ).

Si Pak Ali ini menyarankan, lebih bagus anda menggunakan bus dari Bukittinggi tujuan Pematang siantar, nama busnya MAKMUR. Namun demikian bila informasinya nanti tidak akurat, anda dapat menggunakan bus dari Jakarta tujuan Medan seperti bus PMH atau ALS. Dari bukittinggi setelah memasuki Sumatera Utara, anda akan melewati rute Padang Sidempuan - Sibolga - Tarutung - Siborong borong - Parapat - Pematang Siantar.

Setelah turun di terminal Parapat (terminalnya kecil) langsung naik angkot ke Tiga Raja (tempat ini pelabuhan ke TUK TUK sekaligus pasar tradisional di Parapat). ongkos angkot tahun 2008 sekitar Rp 1 500, mungkin sekarang sudah naik menjadi Rp 2 000. Ongkos kapal ke TUK TUK tahun 2008 sekitar Rp 7 000, mungkin sekarang sudah Rp 10 000.

Hotel yang disarankan di TUK TUK, Hotel Carolina (0625) 451210 dan atau TABO COTTAGES (0625) 451318. kedua pemilik hotel ini orang asing yg tinggal di TUK TUK dan mencintai Danau Toba. hotel mereka bagus dan tidak terlalu mahal.

semoga membantu dan salam backpacker....

Anonymous said...

oowww gitu
sip sip ok deh,makasih ya informasinya
sangat membantu!!

Ruben Sukatendel si Jejak Backpacker said...

ok semoga perjalanan anda menyenangkan, salam backpacker....

ardi dahlan said...

mhn infonya dari padang ke kab. solok selatan,aq pingin kesana menikmati keindahan alamnya.

Ruben Sukatendel si Jejak Backpacker said...

Dear Ardi Dahlan,

saya mohon maaf karena saya sendiri belum pernah ke daerah Solok di Sumatera Barat.

tapi sekedar bantuan awal, mungkin anda dapat berkunjung ke website kabupaten solok berikut ini,
http://www.solselkab.go.id/

oke, salam backpacker dan terima kasih sudah berkunjung ke blog jejak backpacker

iman rabinata said...

suka banget baca cerita perjalanan ini.....informatif dan inspiratif....

Ruben Sukatendel si Jejak Backpacker said...

Dear Iman, terima kasih sudah mampir di blog jejak backpacker. semoga ngga kapok untuk berkunjung lagi. salam backpacker

Anonymous said...

do you have any losmen to reccomment in pantai air manis and is it possible to do day trip to bukittinggi fr padang. this is my 1st trip to padang and your help is very much appreciated

Ruben Sukatendel si Jejak Backpacker said...

accommodation facilities in Pantai air manis is very limited, while the inn is just a local resident who rented a house. travel time from Padang to Bukittinggi in about an hour and thirty minutes, so if you want to travel one day left since the morning is recommended.

dave said...

udah jadi cita2 saya dr dl pengen backpacking ke padang & buktitinggi,,,oya penerbangan murah dr jkt ke padang tuh sekitar berapaan ya? makasih sblmnya

ridhawatytyufana@blogspot.com said...

waah sdh lama se kali ya perjln nan kamu ini, saya baru berniat nanti tgl 6-7 juli '12 .krn se org diri . tiba di BIM, / airport malam hari, jd tanguung, mau nginep di wisma Bhakti ini aja. tho bsk jam 8 pagi saya cek out ke Btinggi menyusul istri & mertua..
msh kah ada wisma bhakti ini & tarif brp ya..tx

Kennedi Sembiring said...

Infonya sangat bermanfaat, minggu depan saya mau backpakers ke Sumatera Barat, ngga sabar melihat secara langsung view disana....dan tentunya meng-aplikasikan tips dari Bang Ruben.. hehehehe

Ruben Sukatendel si Jejak Backpacker said...

Mejuah-juah Kennedi Sembiring, salam kenal dan terima kasih sudah berkunjung ke Blog Jejak Backpacker.

semoga perjalanan anda menyenangkan selama di Sumatera Barat. salam backpacker man bandu. Bujur

Bay[u]bay said...

salam backpacker :)

nice info...
mau tanya kalau dari lampung langsung ke Padang, alternatifnya apa saja yah? ada rencana mau ke Lampung - Padang - Sawah lunto ni. terima kasih

Bay[u]bay said...

salam backpacker :)
nice info... mau tanya dr Lampung ke padang ada alternatif angkutan apa saja ya? minggu depan ada rencana trip ke Lampung - Padang - sawahlunto ni.

terima kasih

Sukiatno C Pamungkas said...

3 hari explore padang-bukit tinggi cukup gak yah ?. damri dari pdg-ke bandaranya terakhir jam berapa yah ? tks.

Sukiatno C Pamungkas said...

3 hari explore dan backpack ke pdg-bukit tinggi cukup gak yah ? solo travelling .. wortheed kah ? tks. "mungkas"

Ruben Sukatendel si Jejak Backpacker said...

Dear Bay dan Sukiatno,

ketika saya melakukan perjalanan Lampung ke Padang saya singgah dulu di Bengkulu jd saya belum pernah melakukan perjalanan langsung Lampung-Padang. tapi umumnya transportasi umum di sumatera kalau antar ibu kota propinsi pasti ada kok, minimal ada bus antar propinsi seperti dari Medan/Aceh menuju Jakarta atau sebaliknya yang melewati kota Padang atau Lampung.

umumnya damri bandara ada sampai malam minimal sore hari lah, sekedar update damri bandara Jakarta saat ini malahan sudah ada sampai jam 10 malam (khusus dari bandara ke Jakarta)

perjalanan Padang ke Bukittinggi selama 3 hari menurut saya sudah sangat cukup dan ideal.

demikian teman2, salam backpacker yaaa...

sorry bila jawaban agak telat, terima kasih

Anonymous said...

salam backpacker :) halo semua

mau tanya recommended places in Padang, insyaAllah oktober ini sya dan kakak akan ke kota padang via penerbangan dari jkrta. cuma punya waktu 2 hari, enaknya kemana ya?sya baca komen2 disini, klo udah nyampe padang, pasti pergi2 kaya ke Toba, ke Bukittinggi,nah di kota Padangnya sendiri adakah tempat2 yg worth a visit??
perjalanan dari Padang ke Seblat National Park, naik apa ya?
mohon petunjuknya,trims :)

Anonymous said...

Haloo, mau nanyak klo dri jln by pass padang mau ke bandara bs naik apa yah? Tp lgsg yg ke bandara.. soalny taksi dipadang dikit bgt susah pl nyarinya.. trus nunggu angkutannya dmna mana ?
Tolong info donk, soalny skr sy lgi dipdg tp kesusahan mau kebandaranya...