Friday, March 5, 2010

Krakatoa Trip (1), Jakarta – Pulau Sebesi

Krakatoa Trip rencananya akan dijalankan pada tanggal 25 – 28 Februari 2010 dengan jumlah peserta sekitar 20-an orang. Pada dasarnya semua biaya yang berkaitan dengan Krakatoa Trip ditanggung secara bersama (sharing cost).

Beberapa minggu sebelum keberangkatan Mbak HS sebagai Pengatur acara (Event Organizer) perjalanan Krakatoa Trip telah mengirimkan beberapa pesan melalui email yang ditujukan ke peserta Krakatoa Trip.

Walaupun pada kenyataannya Mbak HS tidak setuju kalau dirinya disebut sebagai EO-nya Krakatoa Trip, tetapi tetap saja para peserta menganggapnya sebagai salah seorang yang membuat Krakatoa Trip berjalan dengan sukses.

Email yang dikirimkan berupa pesan apa saja yang perlu dipersiapkan dan yang akan dibawa oleh peserta. Email-email tersebut dan catatan Krakatoa Trip dapat diikuti melalui catatan perjalanan berikut ini.

Email EO dua minggu sebelum keberangkatan
Berikut ini merupakan email dari Mbak HS sebagai Pengatur acara (Event Organizer) perjalanan Krakatoa Trip.

Pesannya melalui email yang dikirim kepada setiap peserta Krakatoa Trip diantaranya, meeting point dibuat satu lokasi di terminal Kampung Rambutan agar semua peserta dapat satu bus dan tidak terpisah-pisah, breakfast/lunch/dinner selama di Krakatau sudah disiapkan dan bila peserta bawa cemil-cemilan sangat didukung, karena kita ”ngeteng” naik-turun bus dan backpacking maka disarankan bawaannya minimalis karena takutnya lupa naruh tentengan di mana-mana malah repot, penginapan di Pulau Sebesi kondisinya standard/basic dan jauh lebih basic daripada di Pulau Bira kemaren, penginapan bentuknya rumah dan kita menggunakan dua rumah.

Satu rumah penginapan dapat menampung sekitar 12 - 15 orang, setiap orang mendapat satu kasur dan bantal serta posisinya lesehan di bawah.alias ”ngampar”, setiap rumah penginapan memiliki 2 kamar mandi serta 2 kamar mandi lain di luar/di pendopo tempat makan, air mandi cukup melimpah walaupun demikian diharapkan pemakaiannya tidak boros, sekali lagi tidak ada EO yak…kita sharing cost karenanya jaga diri masing-masing, jaga kesehatan, jaga body, jaga bawaan masing-masing, jaga makanan masing-masing, jaga kering kentang hihihi….

Barang-barang yang musti dibawa, kira-kira seperti fins, snorkle, goggles/masker, sendal rekking (mo naek Krakatau lhoo), baju ganti secukupnya, baju renang, sun block, kacamata hitam, topi, jaket, obat-obatan pribadi (terutama yg butuh antimo, obat diare, minyak kayuputih, salonpas, tensoplas, betadine, autan, obat alergi), keperluan mandi dan handuk, botol minuman (bakal panasssss), dry bag/trash bag (jaga-jaga agar kamera tidak basah dan tidak buang sampah sembarangan), sarung pantai (multifungsi utk sprei sampai andukan :p), senter dan batere (jaga-jaga kalau mati lampu), colokan T (biar kalo pada nge-charge hp atau kamera tidak rebutan), packingnya diharapkan minimalis karena kita ngeteng alias naek turun kendaraan umum.

Email EO dua hari sebelum keberangkatan
Berikut ini merupakan email dari Mbak HS sebagai Pengatur acara (Event Organizer) dua hari sebelum perjalanan Krakatoa Trip.

Dear all, meeting point Krakatoa Trip besok pada hari Kamis tanggal 25 Februari 2010 di Terminal bus Kampung Rambutan (terminal luar kota) pukul 21.00 Wib. Rencananya kita akan naik bus umum Primajasa, nyaman lega ber-AC. Karena bus umum maka akan bergabung dengan penumpang lain dan kalau ada yang telat maka bus tidak dapat menunggu.

Pada saat menuju terminal bus Kampung Rambutan, kalau berangkat naik taksi maka minta diturunin di dalam terminal karena kalau turunya diluar maka jalannya ke dalam agak jauh, kalau naik kendaraan umum maka terpaksa jalan kaki ke dalam, bakal banyak calo-calo yang mengikuti dan bertanya ”berangkat kemana” saat akan memasuki lokasi terminal luar kota, kiat menghadapi calonya adalah dicuekin saja dan pasang tampang galak alias jangan keliatan lugu hehehe, cewek-cewek yang suka pake baju mencolok dan perhiasan diharapkan kali ini nge-gembel dulu ya, besok malam long weekend jadi sudah dapat dipastikan Jakarta bakal macet di mana-mana, disarankan berangkat lebih awal.

Minuman baru akan disediakan ketika diatas kapal menuju Krakatau, peserta Krakatoa Trip masih menanggung minuman sendiri pada saat perjalanan Jakarta – Pelabuhan Bakauheni Lampung. Diharapkan membawa ransel sesimpel mungkin supaya barang bawaan tidak tercecer dan jangan lupa membawa raincoat (antisipasi hujan di tengah laut).

Krakatoa Trip pada hari H
Hari pertama Krakatoa Trip dimulai pada hari Kamis malam tanggal 25 Februari 2010 dengan memanfaatkan libur dihari Jumat. Berangkat dari kantor dikawasan Sudirman Jakarta sekitar pukul 19.00 Wib menuju terminal luar kota Kampung Rambutan.

Dari Jalan Sudirman menggunakan bis AC warna putih nomor 10 menyusuri jalan Gatot Subroto yang kondisinya padat merayap menuju Kampung rambutan. Sekitar pukul 20.30 Wib tiba di terminal luar Kampung rambutan dan naik angkot lagi kedalam terminal. Sebelum bertemu dengan kelompok Krakatoa Trip, menyempatkan makan malam dengan menu soto ayam yang berada disekitar terminal luar kota Kampung Rambutan.

Rencana keberangkatan Krakatoa Trip sebelumnya adalah pada pukul 21.00 Wib, tetapi karena ada salah seorang peserta yang terjebak macet akhirnya keberangkatan dari terminal Kampung Rambutan di Jakarta dimulai pada pukul 22.00 Wib menuju Pelabuhan Merak.

Menggunakan bus Primajasa AC akhirnya tiba di Pelabuhan Merak sekitar pukul 01.30 Wib. Setelah berjalan kaki sekitar 0,5 – 1 kilometer dari terminal Merak menuju Pelabuhan, akhirnya naik kapal penyeberangan sekitar pukul 02.30 Wib dan tiba di Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 04.30 Wib subuh.

Setelah beristirahat di kawasan Pelabuhan Bakauheni Lampung, sekitar pukul 05.30 Wib berangkat menggunakan angkot carteran menuju Dermaga Canti dan tiba sekitar pukul 06.40 Wib. Setelah sarapan pagi pada warung disekitar dermaga Canti, pukul 08.00 Wib menyeberang menggunakan kapal kayu carteran milik Pak Amir menuju Pulau Sebesi di Lampung selatan dan tiba sekitar pukul 09.30 Wib.

Kesan pertama ketika baru tiba di Pulau Sebesi adalah menemukan sebuah pulau yang tenang dan sederhana. Pulau Sebesi masuk kedalam bagian teritori Lampung Selatan yang warganya bekerja sebagai nelayan dan petani. Hasil pertanian dari Pulau Sebesi seperti buah kelapa, coklat, dan kayu umumnya dikirim menggunakan kapal kayu menuju daerah Banten.

Setelah beristirahat dan makan siang, Pak Amir sebagai pemilik kapal sekaligus salah seorang pengawas kawasan Cagar Alam Krakatau membawa kelompok Krakatoa Trip ber-snorkeling pada beberapa kawasan di sekitar pulau Sebesi.

Tips dan Riview Jejak Backpacker
Pulau Sebesi. Pulau Sebesi terletak di mulut Teluk Lampung berdekatan dengan kawasan Cagar Alam Krakatau. Secara administratif pulau ini berada dalam wilayah Desa Tejang Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan. Wilayahnya terdiri dari 4 (empat) dusun yaitu Regahan Lada, Inpres, Tejang, dan Segenom. Pulau dengan total luas 2620 ha ini dihuni oleh lebih dari 2500 jiwa, yang sebagian besar hidupnya bergantung pada produk pertanian dan perikanan. Pulau dengan garis pantai sepanjang 19,5 km memiliki sumberdaya pesisir yang cukup baik seperti mangrove, padang lamun, dan terumbu karang.

Villa Pulau Sebesi Indah. Lokasi Villa Pulau Sebesi Indah terletak di Desa Tejang – Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan, telepon pengelola (Bapak Hayun) adalah 0813 6992 3312 atau 0828 7013 757. Pemilik Villa Pulau Sebesi Indah adalah Pemerintah Kapubaten Lampung Selatan. Jangan tertipu dengan kata ”Villa” seperti yang anda bayangkan dengan villa di daerah puncak Bogor. Villa disini menyerupai seperti rumah biasa yang dapat dihuni sekitar 10 – 15 orang. Sewa Villa Pulau Sebesi Indah sekitar Rp 200 ribu per malam belum termasuk makan.

Pak Amir. Beliau salah seorang pengawas kawasan Cagar Alam Krakatau sekaligus pemilik atau pengelola kapal kayu disekitar area Pulau Sebesi dan kawasan Cagar Alam Krakatau. Menurut keterangan beliau, dulunya dia sering merusak terumbu karang untuk menangkap ikan, tetapi sekarang setelah sadar pentingnya peran terumbu karang dalam melestarikan kekayaan biota laut, beliau saat ini sangat aktip menjaga dan merawat terumbu karang disekitar Pulau Sebesi dan kawasan Krakatau. Bila anda tertarik datang ke daerah ini dan membutuhkan kapal kayu, seorang guide, atau mengurus Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) Cagar Alam Krakatau maka dapat menghubunginya pada nomor handphone 0813-7937-3789.

Fasilitas Listrik dan ATM. Fasilitas listrik di pulau Sebesi sangat terbatas dan tegangannya cenderung tidak stabil (naik-turun). Bawalah uang secukupnya ketika hendak berkunjung karena di pulau Sebesi tidak ada Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Kondisi ini mirip dengan fasilitas yang ada di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta.

Acara Rakyat. Biasanya bila tamu (rombongan) yang menginap di Villa Pulau Sebesi Indah sedang ramai, penduduk setempat akan mengadakan acara rakyat seperti pertunjukkan tarian mirip silat yang diiringi musik seperti gamelan di sekitar halaman villa.

Catatan backpacker Krakatoa Trip (1), Jakarta – Pulau Sebesi, berlanjut ke Krakatoa Trip (2), Pulau Sebesi – Cagar Alam Krakatau – Lagoon Cabe

0 komentar: