Monday, March 8, 2010

Krakatoa Trip (2), Pulau Sebesi – Krakatau – Lagoon cabe

Karena sehari sebelumnya merupakan perjalanan yang melelahkan dan kurang tidur dari Jakarta menuju Pulau Sebesi maka dihari kedua ini peserta Krakatoa Trip sepertinya masih lebih menikmati tidurnya dibandingkan rencana pendakian ke anak Krakatau. Perjalanan yang sebelumnya direncakan dimulai pada pukul 04.00 Wib mundur menjadi pukul 05.00 Wib.

Selain faktor kelelahan, jumlah kamar mandi yang terbatas menjadi salah satu penyebab waktu keberangkatan yang direncanakan lebih awal menjadi mundur sekitar satu jam.

Waktu tempuh dari Pulau Sebesi menuju kawasan Cagar Alam Krakatau sekitar 1,5 – 2 jam menggunakan kapal kayu. Karena waktu keberangkatan dari Pulau Sebesi menuju kawasan Cagar Alam Krakatau mundur satu jam, sunrise yang rencananya dinikmati dari anakan gunung Krakatau akhirnya hanya dapat dinikmati dari atas kapal saat perjalanan menuju kawasan Cagar Alam Krakatau.

Tiba dikawasan Cagar Alam Krakatau sekitar pukul 06.30an Wib dan langsung melakukan pendakian anakan gunung Krakatau. Lama pendakian anak Krakatau sekitar 0,5 – 1 jam sampai dengan punggung gunung yang merupakan batas akhir dari pendakian. Pendakian disarankan dilakukan pada pagi atau sore hari agar cuaca disekitar anak Krakatau tidak terlalu panas.

Karena kunjungan ke kawasan Cagar Alam Krakatau pada masa liburan akhir pekan maka kawasan ini cukup banyak dikunjungi oleh beberapa kelompok lain. Beberapa kelompok diantaranya datang dari daerah Carita di Banten, ada juga kelompok yang berkemah disekitar pintu masuk anak Krakatau. Menurut Pak Amir yang mendampingi kami, sebenarnya kegiatan berkemah tidak diizinkan dikawasan tersebut karena merupakan lokasi cagar alam, tetapi fakta dilapangan berkata lain.

Setelah berada di kawasan gunung anak Krakatau sekitar 1,5 – 2 jam akhirnya kelompok Krakatoa Trip kembali turun menuju kapal dan berangkat menuju kawasan Lagoon cabe untuk snorkeling. Lagoon cabe masih berada dalam kawasan Cagar Alam Krakatau, Lampung Selatan.

Kondisi terumbu karang di kawasan Lagoon cabe masih terawat dengan baik dan memiliki berbagai jenis terumbu karang. Selain bersnorkeling, pengunjung dapat berenang dan beristirahat dipantai disekitar lokasi Lagoon cabe. Aktivitas lainnya yang dapat dilakukan seperti trekking disekitar hutan di Lagoon cabe.

Setelah snorkeling dan makan siang didaerah Lagoon cabe dan sekitarnya, perjalanan dilanjutkan menuju Pulau Umang-umang yang lokasinya berdekatan dengan Pulau Sebesi. Pulau Umang-umang dapat ditempuh sekitar sepuluh menit dari Pulau Sebesi dengan kapal kayu. Pulau Umang-umang merupakan pulau kecil yang memiliki pantai berpasir putih dan sering juga dijadikan sebagai salah satu tempat bersnorkeling disekitar pulau Sebesi di Lampung Selatan.

Setelah beberapa jam berada disekitar pulau Umang-umang, Sore harinya kembali ke Penginapan di Pulau Sebesi, istirahat, makan malam, dilanjutkan acara bakar ikan (Barbeque), dan tidur.

Tips dan Riview Jejak Backpacker
SIMAKSI. Kawasan Cagar Alam Krakatau di Lampung Selatan merupakan Kawasan Konservasi dan setiap pengunjung atau kelompok yang hendak mendatangi tempat ini harus memiliki Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI). Pemberian izin menjadi otoritas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung.

Kawasan Cagar alam Krakatau. Gunung Krakatau merupakan gunung berapi aktif yang berada dalam kawasan cagar alam Krakatau. Kawasan Krakatau terletak di Selat Sunda, diantara Pulau Jawa dan Sumatera di Indonesia. Gunung Krakatau pernah meletus pada tahun 1883 yang menewaskan puluhan ribu jiwa. Pada tahun 1927, muncul gunung api yang dikenal sebagai anak Krakatau dari kawasan kaldera purba gunung Krakatau yang masih aktif dan tetap bertambah tingginya. Kecepatan pertumbuhan tingginya sekitar 20 inci per bulan. Setiap tahun ia menjadi lebih tinggi sekitar 20 kaki dan lebih lebar 40 kaki.

Pendakian Anak Krakatau. Gunakan alas kaki yang ringan dan nyaman seperti sandal gunung ketika hendak mendaki anak Krakatau. Kondisi pendakian labil karena dominan terdiri dari pasir hitam. Disarankan mendaki pada pagi atau sore hari agar kondisi cuaca tidak terlalu panas.

Larangan. Pengunjung dilarang membawa dari dan ke kawasan cagar alam Krakatau baik flora maupun fauna. Larangan berlaku juga dalam hal perusakan atau pencemaran dikawasan cagar alam Krakatau.

Catatan backpacker Krakatoa Trip (2), Pulau Sebesi – Krakatau – Lagoon cabe, berlanjut ke Krakatoa Trip (3), Pulau Sebesi - Jakarta.

1 komentar:

gisu.. said...

hallooo..

baru baca blog nya ttg pulau sebesi, jadi mau kesana nih :)

boleh share info contact person yg bisa dihubungi untuk akomodasi selama disana?

thanks in advance :)